Hadi Suhendra: Saya Tidak Cari Popularitas

oleh

Dia menegaskan, bahwa dirinya sudah mengajukan permintaan kepada sejumlah BUMN dan Kementerian Perhubungan untuk membuka akses kerja bagi anak-anak Belawan, khususnya di sektor buruh pelabuhan dan transportasi laut. “Saya ingin ini selesai sebelum masa jabatan saya berakhir,” tegasnya.

Mirisnya, katanya, minimnya peluang kerja di kampung halaman memaksa banyak warga Belawan merantau ke luar daerah, bahkan ke luar negeri.

“Banyak yang ke Batam, Jakarta, bahkan Kamboja. Saya ingin anak-anak Belawan bisa jadi raja di kampung sendiri, bukan di negeri orang,” ucapnya penuh keprihatinan.

Tak hanya masalah ekonomi, Hendra juga menyoroti tingginya angka tawuran antar-lorong yang berdampak pada dunia pendidikan. “Anak-anak takut ke sekolah karena sering terjadi tawuran. Ini harus dihentikan. Kalau terus dibiarkan, kita sendiri yang rugi,” ujarnya.

Meski konsisten menyuarakan kepentingan rakyat, Hendra mengaku perjuangannya tak selalu berjalan mulus. Dia mengungkap kerap menjadi sasaran serangan di media sosial, bahkan mendapat ancaman terhadap keluarganya.

“Kalau saya yang diancam, silahkan. Tapi kalau sudah menyentuh keluarga, saya tidak akan diam. Ini bukan sekadar jabatan. Ini bentuk pengabdian saya,” tegasnya.

Hadi Suhendra menyerukan agar seluruh pihak, baik masyarakat maupun stakeholder, ikut mendukung langkah-langkah yang dia tempuh demi perubahan nyata di Belawan. “Saya sadar, banyak yang tidak suka saya karena suara saya keras. Tapi saya tidak sedang mencari popularitas. Saya hanya ingin masyarakat Belawan punya harapan baru, dan benar-benar merasakan perubahan,” pungkasnya. (rel)