Hadi Suhendra Hentikan Bantuan Medis untuk Pelaku Tawuran

oleh

Selain itu, Hendra juga menyoroti lunturnya budaya hormat generasi muda kepada yang lebih tua seperti dulu. Untuk itu, ia mendirikan musala yang buka 24 jam di Kantor Pemuda Pancasila (PP) Belawan, dengan program pengajian gratis yang tak hanya mengajarkan Alquran tetapi juga pendidikan adab dan akhlak.

“Kalau SPBU saja bisa buka 24 jam, rumah ibadah juga harus bisa 24 jam untuk memperbaiki akhlak anak-anak kita,” ucapnya.

Hendra juga mengajak warga lintas agama agar menghidupkan rumah ibadah sebagai tempat pembinaan karakter, demi menciptakan suasana Belawan yang lebih harmonis.

Hendra tak hanya fokus pada persoalan tawuran, tetapi juga menyoroti praktik pungutan liar atau uang ‘masuk kerja’ yang kerap membebani anak-anak muda Belawan saat melamar pekerjaan.

“Gaji pertama mereka habis untuk bayar utang karena harus bayar masuk kerja. Ini yang harus kita lawan,” katanya.

Dia berkomitmen untuk terus menyuarakan masalah ini kepada pemerintah kota dan perusahaan agar lebih memprioritaskan tenaga kerja dari Belawan, tanpa pungutan apa pun. Hendra juga mendukung program Wali Kota Medan yang mendorong perusahaan setempat untuk membuka peluang kerja lebih luas bagi warga Belawan.

Sebagai Legislator Dapil II, Hendra mengingatkan bahwa perubahan tidak akan terjadi secara instan.

“Hari ini kita berjuang, hasilnya belum tentu langsung didapat. Bisa setahun, dua tahun, bahkan lima tahun. Tapi jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha,” pesannya.(rel)