Kejadian itu berawal, Ani Feronika Br Nadeak (Terlapor) menjelaskan, Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (22/05/2025) di pasar atau pajak Desa Padang Mahondang.
“Pada saat itu,saya berpas pasan (jumpa) dengan Rosmeri Br Sinambela (Pelapor-red) di pasar. Kemudian,terlapor berkata ‘Hey Babi Mangalo Alo Dope Ho, Hu Penjarahon Ho Babi’ yang artinya Hey Babi sudah ku penjarakan kau melawan lawan lagi kau Babi,”ujar Ani Feronika Br Nadeak.
Karena mendengar ucapan pelapor, lanjut Ani Feronika, Kemudian terjadi pertengkaran yang tidak bisa dihindarkan karena Ia tidak terima dengan ucapan dari terlapor.
“Saat itu saya ingin memukul,namun tangan kanan saya di tahan (dipegang) oleh Beli Pasaribu dan tangan kiri saya memegang belanjaan. Pada saat tangan kanan saya di pegang,kemudian pelapor mencekik saya,”ucapnya.
Selang beberapa hari, Lanjut Ani Feronika, Ia sangat terkejut mendengar informasi jika dirinya dil aporkan pelapor ke Polsek Pulau Raja pada hari Sabtu, (24/05/2025).
“Saya terkejut atas laooran tersebut,karena seharus nya saya lah yang melapor. Kemudian saya juga melapor juga ke Polsek Pulau Raja pada hari Senin (26/05), Walau saat laporan saya sempat di tolak Polisi,namun karena saya berkeras akhirnya laporan saya di terima,”ujarnya.
Kemudian, Ia sangat heran dan terkejut karena menerima surat panggilan pada hari Senin (07/07/2025) yang isinya di tetapkan sebagai tersangka.
“Saya benar-benar kaget dan tidak habis pikir. Saya yang jadi korban penganiayaan, tapi justru dijadikan tersangka.Sementara saya juga melapor ke Polsek Pulau Raja dan saat ini laporan saya lagi di proses di Polres Asahan,” ujar Ani Feronika dengan nada heran. (rel)






