“Ini terbukti dari capaian pertumbuhan ekonomi Langkat sebesar 4% sampai 7% pada saat ini. Sebuah angka yang hebat dan harus terus dijaga. Karena itu, BI siap mendukung perkembangan UMKM desa agar kualitasnya semakin meningkat,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Langkat Syah Afandin menegaskan bahwa program ini akan diperluas ke kawasan wisata lainnya di Langkat.
“Nantinya saya akan meminta program serupa diterapkan di destinasi wisata lain. Selain membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, ekonomi hijau juga akan menjaga kelestarian alam Langkat,” tegasnya.
Bupati juga memberikan apresiasi atas dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Bank Indonesia.
“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi kolaborasi ini. Semoga kerjasama kita terus terjalin untuk memajukan ekonomi Kabupaten Langkat, sekaligus Sumatera Utara,” pungkasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bank Indonesia turut menyerahkan satu set mesin branding karung beras lokal lengkap dengan alat sablon dan jahit kepada Kelompok Tani Karya Tani Kabupaten Langkat, guna memperkuat daya saing produk lokal.(rel)






