“Ini harus betul-betul kita serius untuk menyalurkan beras SPHP ini dengan target yang ditentukan, dan meminta Pemda untuk dapat membantu penyaluran SPHP ini supaya lebih cepat, agar harga beras ini turun,” katanya.
Tomsi juga meminta Bulog untuk dapat mencari jalan keluar, agar beras ini dapat tersalurkan di pasar tradisional, sehingga masyarakat dapat membeli beras SPHP. Juga untuk menekan harga beras, agar tidak naik dan memberatkan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Rini Andrida mengatakan, sampai saat ini Bulog telah menyalurkan beras SPHP dari bulan Juli hingga Desember 2025 sebesar 38.811 ton.
Menurutnya, selain pasar tradisonal, Bulog juga telah menyalurkan beras SPHP ke ritel modern. serta melakukan canvassing ke seluruh pasar diseluruh wilayah di Indonesia.
“Semua direksi juga sudah turun ke lapangan Pak, yang bekerja sama dengan Pemda, TNI/Polri, untuk melakukan penjualan beras murah ke masyarkat,” katanya. (rel)






