Modesta mengungkapkan, upaya warga untuk mendapatkan akses air bersih sudah sering dilakukan dengan mengajukan permohonan ke Perumda Tirtanadi. Namun, permohonan tersebut selalu ditolak dengan alasan kapasitas distribusi air yang tidak mencukupi.
“Persoalannya tidak bisa hanya dibebankan pada Tirtanadi. Pemko Medan harus turun tangan dan berkolaborasi untuk menangani masalah mendasar ini. Inilah momennya dengan mengalokasikan anggaran prioritas untuk SPAM di Sidorejo,” tegas politisi yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan ini.
Modesta telah berulang kali menyuarakan persoalan ini, termasuk menerima langsung keluhan warga saat reses bulan lalu.
Ia berharap, melalui pembahasan anggaran ini, realisasi pipanisasi air bersih ke Sidorejo dapat menjadi prioritas dan secepatnya direalisasikan pada tahun 2025.(rel)






