Fadly juga menyinggung hasil survei Setara Institute yang merilis Indeks Kota Toleran (IKT) 2025, di mana Kota Tanjungbalai menempati peringkat ke-6 di Sumatera Utara dan ke-55 secara nasional dengan skor 4,673. Menurutnya, kegiatan seperti Safari Kebangsaan sangat relevan dengan semangat kemajemukan dan toleransi di Kota Tanjungbalai.
“Sebagai kota yang kaya akan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa, Tanjungbalai memiliki kekuatan besar yang harus terus kita jaga bersama. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebangsaan akan semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kabag SDM Polres Tanjungbalai Kompol HE Sidauruk, mewakili Kapolres AKBP Welman Feri, menyampaikan bahwa Safari Kebangsaan merupakan bentuk nyata kemitraan Polri dengan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting terkait Kamtibmas, termasuk komitmen bersama untuk menolak dan memberantas hoaks, narkoba, serta perjudian,” ujarnya.
Kegiatan Safari Kebangsaan 2025 diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat Tanjungbalai dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera.(Vin)






