“Barang yang dimusnahkan terdiri dari beberapa komoditas, antara lain Barang Kena Cukai hasil tembakau berupa rokok sebanyak 1.786.976 batang, tekstil 74 koli, olahan makanan dan minuman 107 koli, pupuk 26 bungkus, sparepart 4 koli, serta produk lainnya seperti elektronik (laptop) 3 unit dan kosmetik 10 set,” ujar Ashari.
Total nilai barang hasil pelanggaran tersebut mencapai Rp2.952.134.360, dengan potensi kerugian negara diperkirakan sebesar Rp1.154.800.100.
Lebih lanjut, Nurhasan menegaskan bahwa pemusnahan kali ini didominasi oleh Barang Kena Cukai berupa rokok ilegal. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti keseriusan Bea Cukai Teluk Nibung dalam mendukung agenda nasional dan upaya pemerintah memberantas peredaran barang ilegal.
“Pengedaran atau penjualan rokok ilegal merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai,” tegasnya.(Vin)






