Bunuh Ponakan Diduga Untuk Klaim Asuransi, Ibu dan Anak Tersangka

oleh

Sementara itu, Rudi Irawan (28) abang korban mengatakan, dia mengetahui adiknya tewas ketika JW menelepon Rudi Irawan yang saat itu bekerja di Sulawesi Utara. Saat itu, JW bercerita jika korban turun dari mobil buang air kecil lalu tertabrak mobil L300.

Mendengar cerita JW itu, Rudi Irawan meminta kepada JW agar korban dibawa ke rumah sakit mana tahu bisa ditolong. Namun JW mengatakan sudah menghubungi pihak Angsapura (tempat persemayaman) untuk mengevakuasi korban yang saat itu tewas di parit. “Jangan bawa ke rumah sakit lagi, tidak perlu. Jangan lapor polisi nanti susah urusannya,” sebut Rudi Irawan menirukan ucapan JW saat komunikasi via telefon selular.

Setelah dibawa ke Angsapura, Rudi Irawan menghubungi keluarga dan ibu kandung dari Rudi Irawan pergi ke Angsapura. Meski dibawa ke Angsapura, namun Rudi Irawan dan keluarganya tetap merasa curiga atas kematian korban. Karena jasad korban pada saat itu sudah kaku.

Dilanjutkan Rudi Irawan, sebelum korban tewas, JW membawa korban dan ibu dari korban ke kawasan Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang untuk membeli telur. Lalu JW mengantar ibu dari korban dan selanjutnya membawa korban lagi ke Pantai Labu dengan alasan gelang milik JW hilang. Namun korban tidak dibawa ke Pantai Labu tapi makan nasi goreng di kawasan Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang.

Kemudian JW membawa korban diduga lewat lokasi kejadian bukan ke Medan dan pada dinihari sampai ke Perbaungan ke rumah korban. Dengan alasan takut di perjalanan saat mau pulang ke Medan korban dibawa JW lagi dari Perbaungan. “Korban hanya bawa baju dari rumah di Perbaungan,” sebut Rudi Irawan.

Disinggung jika dugaan pembunuhan korban diduga soal asuransi? Rudi Irawan mengaku jika asuransi atas nama korban premi setiap bulannya dibayar oleh JW. “Asuransi atas nama korban di Panin Life ada 2 polish dan jika di klaim 1 polish sekitar Rp 1 miliar sehingga kedua polish itu berkisar Rp 2 Miliar. 1 polish di MSIG Life jika diklaim berkisar Rp 2,5 miliar,” sebut Rudi Irawan. (man)