Misalnya, sambung Afif, bila yang paling banyak terserang penyakit itu adalah anak-anak, maka Dinkes Medan perlu memastikan ketersediaan kawar rawat inap untuk anak di setiap rumah sakit di Kota Medan.
“Artinya, jangan nantinya ada rumah sakit yang menolak pasien dengan alasan kamar rawat inap untuk anak-anak sudah penuh. Harus ada kebijakan khusus, misalnya dengan menambah kuota kamar rawat inap khusus anak di setiap rumah sakit dan sebagainya. Hal-hal seperti ini perlu dilakukan, mengingat Kota Medan saat ini dalam situasi Tanggap Darurat Bencana,” tegasnya.
Selain itu, Afif Abdillah juga mengingatkan kepada seluruh unit pelayanan kesehatan di Kota Medan. Mulai dari fasilitas kesehatan tingkat I, yakni puskesmas dan klinik hingga RS, untuk memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat Kota Medan, termasuk kepada warga yang terdampak bencana banjir.






