“Mulai dari sofa, lemari, sampai tempat tidur, banyak yang dibuang di pinggir jalan. Belum lagi sampah-sampah harian rumah tangga, semua menumpuk. Kalau ini tidak segera diangkut, kesan kumuh akan semakin terasa di Kota Medan,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu.
Selain merusak estetika kota, sambung Robi, kondisi lingkungan yang kotor juga akan sangat berpengaruh buruk bagi kesehatan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir.
“Saat ini saja sudah banyak warga Kota Medan yang sakit karena bencana banjir. Mulai dari demam, penyakit kulit, diare, sampai ISPA. Kalau kondisi kebersihan lingkungan tidak segera dipulihkan, maka ini akan memperburuk kondisi kesehatan masyarakat,” katanya.
Dijelaskan Robi Barus, dalam status Tanggap Darurat Bencana saat ini, Pemko Medan harus memperhatikan semua aspek yang dibutuhkan oleh masyarakat.






