Dalam situasi tersebut, ia menyebut respons Pemko Medan masih bersifat reaktif, bukan preventif. “BPBD dan OPD boleh saja bekerja keras pascabencana, tetapi mitigasi gagal total. Peringatan dini tidak jalan, drainase rusak dibiarkan, dan tata ruang tak pernah benar-benar dibenahi,” katanya.
Sebagai Ketua Komisi II yang membidangi pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Kasman menyoroti lemahnya komitmen Pemko Medan dalam mengalokasikan dana khusus mitigasi bencana.
“Anggarannya kecil, programnya minim, dan eksekusinya lemah. Jika anggaran pencegahan bencana hanya sekadar memenuhi lembaran APBD, jangan heran korban terus berjatuhan,” ujarnya.
Dikatakannya, bencana banjir hari ini jangan dianggap sebagai bencana rutin tahunan. Adanya korban jiwa yang mencapai belasan orang harus menjadi titik tolak semua pihak dalam mempersiapkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana baik itu dalam hal anggaran, infrastruktur dan sumberdaya manusia di lapangan.






