Dari sisi investasi, capaian Sumut dinilai sangat menggembirakan. Hingga triwulan III tahun 2025, investasi tumbuh 10,51% atau mencapai Rp42,378 triliun, dengan penanaman modal asing (PMA) meningkat 36,46%.
“Sektor terbesar yang menarik investasi adalah industri kimia dan farmasi Rp2,55 triliun, disusul industri makanan Rp2,08 triliun, serta listrik, gas dan air Rp1,30 triliun. Singapura menjadi investor terbesar dengan 63,44%, diikuti Inggris dan Malaysia,” jelas Surya.
Ia menegaskan bahwa Sumut memiliki banyak potensi unggulan yang bisa menjadi kekuatan utama dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Pemerintah daerah, kata Surya, harus mampu beradaptasi dengan langkah strategis, inovatif, dan kolaboratif.
“Kita semua menyadari bahwa Sumut memiliki berbagai potensi unggulan yang dapat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi krisis. Kita memiliki sektor pertanian dan perkebunan yang kuat, industri pengolahan yang terus tumbuh, serta potensi pariwisata kelas dunia yang menjadi kebanggaan nasional. Tidak hanya itu, posisi strategis Sumatera Utara sebagai hub perdagangan dan logistik di wilayah barat Indonesia memberikan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Surya.(rel)






