Peduli Banjir di Kampung Halaman, PT Karxindo Artama Sumbang 10 Ribu Geobag ke Pemko Medan 

oleh

Ia juga menjelaskan, selain Sungai Batuan, geobag itu juga dipasang di aliran Sungai Belawan yang berada di Kecamatan Singga dan aliran Sungai Deli yang di Kecamatan Medan Labuhan.

Bantuan tersebut sangat membantu mereka dalam upaya menangani banjir di Kota Medan. Selama ini mereka meminta bantuan BWS untuk melakukan benteng sungai. Hasilnya hanya diberikan beberapa karung saja.

“Selama ini hanya diberikan 300 karung oleh BWS ketika kami meminta bantuan untuk benteng sungai. Dengan adanya bantuan tentunya kami sangat terbantu. Mereka sangat peduli dengan kampung halaman mereka. Semoga bantuan ini bisa membantu mengatasi banjir Kota Medan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan, bantuan tersebut bisa memberikan manfaat untuk orang banyak.

Rico mengungkapkan, kawasan Harjosari II ini merupakan salah satu kawasan yang terdampak banjir yang cukup parah dan berulang. Hal tersebut akibat luapan Sungai Batuan. “Air sampai masuk ke dalam rumah warga. Imbasnya warga mengungsi ke masjid. Hal ini akibat Sungai Batuan meluap. Sungai Batuan ini mengalami penyempitan. Dari enam meter kini lebarnya hanya dua setengah meter. Inilah yang akan kami kembalikan menjadi 4,5 meter,” ungkap Rico.

Geobag ini tentunya akan membantu proses normalisasi Sungai Batuan yang tengah dilakukan. Dengan adanya geobag tersebut bisa menahan air masuk ke rumah warga. “Mudah mudahan bisa menahan air dan akan dipasang mengarah ke kanal. 10.000 gwobag ini akan dipasang sepanjang 1 kilo. Bantuan ini juga bentuk keseriusan pemerintah dan pihak lain agar banjir kemarin tidak terulang lagi dan masyarakat sekitar merasa aman dan nyaman. Untuk itu masyarakat bersabar karena proses penanganan sedang dan terus dilakukan,” tambahnya.(rel)