Selain itu juga, katanya, dirinya juga akan bergerak dalam menjalin sinergitas dengan organisasi wartawan atau jurnalis yang ada di Tanjungbalai, dengan tujuan agar bisa bersama sama menyamakan persepsi dalam menciptakan seorang wartawan/jurnalis yang bekerja secara professional sesuai UU Pers, dan Kode Etik Wartawan/Jurnalistik.
Kemudian, sambungnya, PWI Tanjungbalai akan tetap menjadi mitra kritis, penyeimbang dan mitra yang konstruktif bagi pemerintah, stakeholder maupun instansi pemerintah.
“Saya menyakini bahwa, organisasi PWI ini dibangun oleh para pendiri dan pendahulu, pastinya adalah sebagai wadah, tempat para wartawan melakukan pekerjaan Kewartawanan nya dan siap untuk ditempah, dibentuk sebagai wartawan profesional yang bekerja dengan aksi nyata,” ujar Regen SH.
Regen Silaban juga menegaskan, bahwa dalam Organisasi PWI tidak ada perbedaan warna kulit putih atau hitam, apalagi membedakan keagamaan, tetapi yang ada adalah istilah Senior dan Junior, dimana ada rasa kekeluargaan yang saling menghargai sesama wartawan baik senior dengan senior, junior dengan junior, serta senior mengayomi junior, dan junior menghormati senior.
“Harapan kita pada Konferensi Ke-VII PWI Tanjungbalai ini, dapat terpilih sosok ketua yang menjadi pemimpin yang pengayom, dan pelayan (Parhobas). Dalam proses nya mudah mudahan tanpa adanya transaksional, tetapi lebih kepada menilai sosok yang dianggap mampu mengemplementasikan niat baik dan kinerja saat memimpin PWI Tanjungbalai tiga tahun kedepannya,” pungkasnya.(Vin)






