Pimpin Apel Perdana Tahun 2026, Wali Kota Mahyaruddin Salim Sampaikan Sejumlah Pesan dan PR Yang Harus Dituntaskan Wujudkan Visi Tanjungbalai EMAS

oleh
Wali Kota menyerahkan Piala Juara Umum Jambore Tingkat Propsu Tahun 2025 kepada Ketua TP-PKK Mashandayani Mahyaruddin dan kepada peraih juara dalam kategori lainnya.(Vin)

Tanjungbalai  (medanbicara.com)- Mengawali kegiatan dan program pemerintahan di tahun 2026, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim menegaskan masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang belum selesai dan  berharap agar bersama untuk menyelesaikannya pada tahun 2026 ini.

Begitu juga, pentingnya peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pelaksanaan program kerja yang terencana, terukur, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Mahyaruddin saat memimpin Apel Pagi Perdana Pemerintahan di lingkungan Pemko Tanjungbalai untuk Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Senin (5/1/2026) pagi.

Dalam mengawali amanatnya, Mahyaruddin terlebih dahulu menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh jajaran Pemko Tanjungbalai. Ia berharap tahun yang baru menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen, meningkatkan kinerja, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin optimal bagi masyarakat.

Memasuki tahun 2026, Wali Kota Mahyaruddin meminta seluruh perangkat daerah agar menyusun dan menjalankan rencana kerja yang terarah, berbasis target, dan selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tanjungbalai.

“Terkait pembayaran hutang pihak ketiga yang 70% sudah ditampung pada APBD tahun 2026, meksipun hal ini merupakan beban di masa lalu kita harus tuntaskan,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Wali Kota, untuk laporan keuangan wajib WTP, harus punya target untuk terus memperbaiki dan mempertahankan apa yang telah selama ini dilakukan untuk Kota ini.

“Seperti apa yang disampaikan sebelumnya dalam pertemuan dengan BPK RI, Laporan Keuangan sudah harus diselesaikan paling lama akhir Februari mendatang ke BPK RI, tantangan ini harus benar-benar ditindaklanjuti dan dijawab dengan sungguh-sungguh,” tegas Wali Kota.

Ia menekankan bahwa setiap program dan kegiatan harus memberi dampak langsung dan dirasakan masyarakat, bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi. Meskipun Efisiensi anggaran masih terus berlanjut karena adanya pengurangan dana transfer daerah dari pemerintah pusat.

“Untuk itu, Tetap fokus kepada pelayanan publik walaupun adanya efisiensi, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, kebersihan, infrastruktur,” ungkapnya lagi

Wali Kota Mahyaruddin juga mengingatkan agar peningkatan PAD dan pencegahan kebocoran PAD harus didukung semua elemen termasuk ASN sendiri, antara lain dengan patuh membayar pajak dan penggunaan transaksi non tunai.