“Peserta workshop berjumlah 123 orang, terdiri dari perwakilan perangkat daerah terkait, bidang gizi MBG, TP PKK kabupaten dan desa, camat,Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Kader Rumah DataKu, kepala desa, serta TP PKK desa di Kecamatan Wampu dan Secanggang,” jelasnya.
Menyampaikan arahan Bupati Langkat, Wakil Bupati Tiorita Br. Surbakti mengapresiasi kolaborasi dan komitmen Yayasan Cipta serta PSI dalam mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Langkat.
Ia menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari rangkaian pendampingan Program Sehati Bunda, dengan fokus pada tiga isu prioritas, yakni integrasi data, peningkatan kapasitas kader, serta dukungan operasional kegiatan.
“Pemerintah Kabupaten Langkat mendukung penuh Program Sehati Bunda karena sejalan dengan visi dan misi Bupati Langkat, khususnya dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Wabup.
Ia berharap, melalui workshop dan pendampingan ini, Tim Pendamping Keluarga (TPK) dapat bekerja lebih optimal, terstruktur, dan terencana.
Dinas PPKB dan PPA sebagai leading sector, dengan dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, diminta memastikan ibu hamil dan menyusui memperoleh informasi serta layanan terbaik.
“Dengan sinergi lintas sektor, Kabupaten Langkat diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menekan stunting, serta meningkatkan cakupan keluarga berencana,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemenduk Bangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara dr. Fatmawati menyampaikan bahwa kependudukan dan pembangunan keluarga merupakan core business Kemenduk Bangga, dengan fokus pada kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak sebagai fondasi lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (rel)






