Selain pengecekan kesehatan, pembagian susu yang diberikan membuat suasana semakin akrab. Para WBP tampak antusias menerima bantuan tersebut, dengan komunikasi hangat dan sapaan ramah antar petugas dan WBP. Salah satu WBP yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku merasa tersentuh: “Kita merasa tidak ditinggalkan, padahal kita sedang menjalani masa ini. Susunya sangat membantu buat tambah energi saat kita ikut kegiatan pembinaan,” sebut WBP.
“Hal kecil seperti ini bisa membuat mereka merasa dihargai, itu juga bagian dari pembinaan kepribadian agar mereka bisa kembali menjadi orang yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat nantinya,” tambah Tiopan.
Tak berhenti sampai di situ, pihak lapas juga mengumumkan bahwa kegiatan serupa akan dilakukan secara berkala setiap dua bulan sekali, dengan menambahkan pemeriksaan tambahan seperti tes gula darah dan pemeriksaan mata sesuai kebutuhan. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk membangun hubungan positif dan penuh empati antara petugas dan WBP.
Tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, pembinaan di Lapas Muara Bungo juga memperhatikan kesejahteraan secara menyeluruh, karena badan yang sehat akan membuat semangat pembinaan semakin kuat! Bahkan, beberapa WBP yang sudah merasa lebih sehat menyatakan ingin lebih aktif mengikuti pelatihan keterampilan yang diselenggarakan lapas. (man)






