Ia juga menyoroti pentingnya peran ulama sebagai pembimbing umat dalam memberikan pencerahan serta menjaga keharmonisan kehidupan keagamaan dan sosial.
“Saya meyakini para ulama memiliki peran strategis dalam membimbing umat, memberikan pencerahan, serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Secara resmi, Bupati Langkat membuka kegiatan dialog keislaman tersebut dengan mengucapkan basmalah, seraya berharap seluruh rangkaian kegiatan mendapat ridho Allah SWT dan membawa manfaat bagi kemaslahatan umat di Kabupaten Langkat.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Langkat, H. Zulkifli Ahmad Dian, menyampaikan bahwa dialog publik ini menghadirkan narasumber Dr. Muhammad Zuhaili dari Singapura, yang merupakan Ketua International Islamic Youth League (IIYL) Asia dan MZ Qur’an Centre. Kehadiran narasumber diharapkan dapat memberikan wawasan dan pemikiran yang luas terkait penguatan ukhuwah wathaniyah dan basyariyah.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Muhammad Zuhaili juga menyerahkan buku “Qur’anisasi” kepada Bupati Langkat, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Ketua MUI Kabupaten Langkat, serta jajaran pengurus lainnya sebagai bentuk kontribusi keilmuan bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Langkat, mewakili Kajari Langkat Kasi Intelijen Ekalius Nardo, SH, Sekda Langkat H. Amril, S.Sos., M.AP, para pejabat dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, serta seluruh undangan dari kalangan ulama dan organisasi keislaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara ulama dan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, mempererat persaudaraan, serta membangun Kabupaten Langkat yang harmonis dan berkeadaban.(rel)






