Saat ini, modal inti Bank Sumut tercatat sebesar Rp5,2 triliun, sehingga masih membutuhkan tambahan sekitar Rp800 miliar untuk mencapai kategori KBMI 2. Untuk memenuhi target tersebut, para pemegang saham sepakat menyetorkan kembali 15 persen dividen tahun buku 2025 sebagai tambahan modal pada tahun 2026.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga akan menambah modal sebesar Rp100 miliar pada tahun ini. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan turut berkontribusi sekitar Rp70 miliar, termasuk dari penyertaan dividen.
Bobby juga berharap Bank Sumut tidak terlalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia mendorong peningkatan daya saing melalui inovasi produk serta optimalisasi penghimpunan dana pihak ketiga.
“Upaya yang kita harapkan tentu dari sisi dana pihak ketiga tidak mahal, kemudian produk harus lebih variatif dan tidak hanya mengandalkan APBD serta ASN,” tegasnya.
RUPS Tahunan ini turut dihadiri oleh seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara, jajaran komisaris dan direksi Bank Sumut, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.(vin)






