Dalam kondisi terluka, Guntur berusaha melawan dengan menabrakkan sepeda motornya ke arah kendaraan pelaku agar bisa melarikan diri.“Habis ditembak, saya tabrak kereta itu supaya ada jalan bisa kabur. Saya berhasil lolos terus masuk ke SMP 4, ke tempat kawan saya,” ujarnya.
Korban kemudian dibawa ke klinik sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit karena mengalami sesak napas. Setelah sempat dibawa ke RS Haji, korban akhirnya menjalani perawatan di RS Pirngadi Medan.
“Saya sudah sesak napas, cakap aja susah. Di Pirngadi langsung ditangani saya, dipasang selang. Darah sudah menggumpal di paru-paru,” bebernya.
Ia menyebut peluru masih bersarang di tubuhnya dan belum dilakukan pengangkatan.“Pelurunya belum diambil, cuma diperban aja,” ucapnya.
Guntur pun mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Medan. Laporan tersebut tertuang dengan nomor LP/B/1962/V/2026/SPKT/Polrestabes Medan, Selasa (12/5/2026).“Sudah buat laporan. Polisi juga sudah datang ke sini,” ujarnya. (Sumber mistar)






