“Kami sangat mengapresiasi sambutan dari pihak Lapas Muara Bungo. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa perlindungan ketenagakerjaan sangat penting sebagai bentuk jaminan dan rasa aman dalam bekerja,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lainnya ke depan.
“Semoga sinergi ini terus berjalan baik dan dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi petugas maupun warga binaan yang sedang menjalani program pembinaan keterampilan,” ungkap Ahmad Bisyri.
Di sisi lain, Kasi Binadik Lapas Kelas IIB Muara Bungo, Tiopan P. Situmorang, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembinaan kemandirian warga binaan. Sebanyak 20 orang Warga binaan sudah didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan yang hadir dalam kegiatan tersebut demi menunjang perlindungan kesehatan dalam menjalankan bimbingan kemandirian di Lapas.
“Selain memberikan keterampilan kerja, kami juga ingin warga binaan memiliki wawasan tentang dunia kerja dan perlindungan tenaga kerja. Ini menjadi bekal positif bagi mereka ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban, dimulai dari pemaparan materi sosialisasi, sesi diskusi interaktif, hingga penandatanganan MoU sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun kerja sama yang produktif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, Lapas Kelas IIB Muara Bungo kembali menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang adaptif, edukatif, dan bermanfaat. Karena di balik tembok pembinaan, harapan untuk masa depan yang lebih baik terus dibangun bersama. (man)






