Selain Kinan, seorang anak bernama Tania juga memperlihatkan kemampuannya dalam menterjemahkan bahasa isyarat kepada Rico Waas dan Airin serta para hadirin. Dengan percaya diri Tania mampu menterjemahkan bahasa isyarat yang disampaikan anak disabilitas Tuna wicara bernama Luthfi.
Hal ini pun membuat Rico Waas dan Airin kagum. Bakat dan kemampuan yang dimiliki Tania ini bisa menjadi contoh bagi anak-anak lainnya. Interaksi mereka membuktikan bahwa kekurangan yang ada tidak menjadi kendala dalam terjalinnya komunikasi.
Sebagai ungkapan rasa bangga, Rico Waas dan Airin menghadiahkan keduanya sepeda. Hadiah ini pun disambut Tania dan Luthfi senang dan bahagia.
Dijelaskan Rico Waas, Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Kota Medan menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen perlindungan dan pemenuhan hak anak. Atas dasar itu, Rico Waas mengapresiasi tinggi kolaborasi organisasi seperti PKPA dan Dinas P3APM yang konsisten memperjuangkan kesejahteraan anak-anak di Kota Medan.
Menurut Rico Waas, anak-anak adalah calon pemimpin masa depan yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat memiliki kewajiban bersama untuk memberikan dukungan penuh terhadap tumbuh kembang mereka.
“Anak-anak Indonesia itu cerdas dan berpotensi besar, bahkan banyak yang berprestasi hingga ke tingkat internasional. Tugas kita sebagai orang tua dan pemerintah adalah memberikan dorongan, kesempatan untuk tampil, serta ruang kreativitas dan pendidikan yang inklusif,” ujar Rico Waas.(rel)






