Masyarakat Cingkes Kecamatan Dolok Silou Antusias Sambut Layanan Terpadu Pemkab Simalungun

oleh

SIMALUNGUN (medanbicara.com) – Semangat dan antusiasme terpancar jelas dari wajah warga Nagori Cingkes, Kecamatan Dolok Silou, Sumatera Utara, saat Pemerintah Kabupaten Simalungun menghadirkan langsung Pelayanan Publik Terpadu di tengah mereka, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan ini menjadi buktiĀ  komitmen Pemerintah kabupatenĀ  Simalungun untuk terus mendekatkan akses pelayanan serta mempererat kolaborasi antar perangkat daerah demi kepentingan masyarakat luas.

Saat itu, warga datang berbondong-bondong dan rela mengantre dengan sabar guna memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan secara gratis. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil membuka layanan perekaman e-KTP, penerbitan Kartu Identitas Anak, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian hingga perubahan Kartu Keluarga.

Sementara itu, Dinas Kesehatan hadir memeriksa kondisi kesehatan warga sekaligus menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan, dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana juga melayani kebutuhan masyarakat terkait program KB.

Pemkab Simalungun juga membawa kebahagiaan lain bagi warga. Dinas Sosial menyalurkan sebanyak 20 paket sembako kepada warga kurang mampu, khususnya para lansia.

Tak hanya itu, demi meringankan beban kebutuhan sehari-hari, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar pasar murah yang sangat diminati warga. Tersedia beras SPHP sebanyak 1 ton dijual seharga Rp. 58 ribu per karung, minyak makan 100 liter dengan harga Rp16 ribu per liter, serta telur ayam sebanyak 1.500 butir yang dibanderol Rp1.800 per butir.

Kegiatan ini ditinjau langsung oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, yang didampingi para pimpinan perangkat daerah, Ketua TP PKK bersama pengurus lainnya. Kehadirannya bertujuan memastikan pelayanan berjalan tepat sasaran, sekaligus melihat langsung kondisi dan perkembangan pembangunan di nagori.

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan terima kasih atas kehadiran warga dan menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya nyata membantu warga memiliki dokumen kependudukan yang sah serta mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.