Tiorita Perkuat Sinergi Pelestarian Budaya Melayu Bersama Kesultanan Negeri Langkat

oleh

Sementara itu, dalam audiensi tersebut, pihak Kesultanan Negeri Langkat memperkenalkan struktur organisasi kesultanan sekaligus memaparkan berbagai program serta visi pelestarian sejarah dan budaya Melayu di Kabupaten Langkat.

Audiensi juga dimanfaatkan untuk menyampaikan klarifikasi terhadap berbagai isu yang berkembang mengenai keberadaan Kesultanan Negeri Langkat. Seluruh pembahasan berlangsung dalam suasana kondusif dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk menjaga marwah budaya Melayu serta memperkuat persatuan masyarakat Langkat.

Perwakilan Kesultanan Negeri Langkat, Wan Pangeran Kevi Novlianhar, ST, Al Hajj, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mempererat hubungan dengan Pemerintah Kabupaten Langkat serta mendukung berbagai program pembangunan daerah demi kemajuan Langkat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Diskusi juga mengulas sejarah panjang Kesultanan Langkat sebagai bagian penting dari perjalanan peradaban Melayu di Sumatera Timur. Secara historis, Kesultanan Langkat memiliki keterkaitan erat dengan lahir dan berkembangnya Kabupaten Langkat, sehingga keberadaannya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah daerah.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat, Nur Elly Heriani Rambe, menjelaskan bahwa dinamika yang berkaitan dengan kesultanan telah berlangsung cukup lama sehingga membutuhkan penyelesaian yang arif, objektif, dan mengedepankan kepentingan bersama.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat mewacanakan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan tokoh adat, budayawan, akademisi, sejarawan, serta berbagai unsur terkait guna membahas aspek kesejarahan dan silsilah Kesultanan Langkat secara komprehensif berdasarkan data, fakta sejarah, dan kajian ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan.

Melalui forum tersebut diharapkan dapat terbangun kesamaan pemahaman sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan secara baik. Dengan demikian, sejarah dan kebudayaan Melayu di Kabupaten Langkat akan semakin kokoh sebagai identitas daerah sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat.

Audiensi ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat dan Kesultanan Negeri Langkat untuk terus mempererat silaturahmi, menjaga keharmonisan, serta bersama-sama melestarikan sejarah, adat istiadat, dan budaya Melayu sebagai warisan luhur bagi generasi masa kini dan masa depan.(rel)