Rico Waas Minta TPID Bergerak Lebih Dini Kendalikan Inflasi dan Deflasi

oleh

“Jangan kita bekerja sendiri-sendiri karena data harus tersambung, informasi harus cepat, dan ketika ada persoalan di lapangan kita harus tahu siapa yang bisa langsung bergerak,” ujarnya.

Rico Waas berharap capacity building tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dilanjutkan dengan komitmen dan tindakan nyata. Ia meminta anggota TPID semakin peka membaca pergerakan harga, cepat mengantisipasi risiko, dan memperkuat sinergi dalam menjaga perekonomian Medan.

“Pada akhirnya, yang kita jaga bukan sekadar angka inflasi, tetapi daya beli, ketenangan, dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan semangat Medan Untuk Semua dan Semua Untuk Medan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Setda Medan Reza Hanafi melaporkan capacity building digelar untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas anggota TPID mengenai dinamika inflasi dan deflasi, faktor yang memengaruhinya, serta strategi yang dapat diterapkan di lapangan.

Menurut Reza, stabilitas harga penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan iklim perekonomian yang kondusif. Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Kapasitas Anggota TPID Kota Medan dalam Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Deflasi untuk Menjaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat”.

Capacity building menghadirkan Kepala BPS Kota Medan Hafsyah Aprillia dengan materi “Menjaga Stabilitas, Menguatkan Ekonomi: Analisis Inflasi dan Kondisi Perekonomian Kota Medan” , Dr. Ade Gunawan, S.E., M.S. yang membawakan materi “Strategi Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Deflasi, Studi Kasus: Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara.”, dan Tutut Tiana tentan Capacity Building TPID.

Kegiatan ini dihadiri antara lain perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, BPS Kota Medan, akademisi, jajaran pimpinan perangkat daerah, serta unsur dunia usaha.(rel)