Wali Kota Mahyaruddin Salim Peletakan Batu Pertama Pembangunan/Rehabilitasi Gedung RSUD dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai

oleh
Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim melakukan peletakan batu pertama pembangunan/Rehabilitasi Gedung RSUD dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai, pada Rabu (2/9/2026).(Ist/Vin)

Tanjungbalai (medanbicara.com)- Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim melakukan peletakan batu pertama pembangunan/Rehabilitasi Gedung RSUD dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai, pada Rabu (2/9/2026).

Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Ekbang Tajul Abrar, Kadis PUTR Tety Juliani Siregar, Direktur RSUD dr Tengku Mansyur Dian Ramadha Sari, Sekretaris Dinas Kesehatan Nurlindawaty Saragih, para tenaga medis, pejabat RSUD dr Tengku Mansyur, kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas

Dalam laporannya, Kadis PUTR Tety Juliani Siregar mengatakan hari ini dilaksanakan acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan/Rehabilitasi Gedung Rumah Sakit Umum Kota Tanjungbalai, yang mana kegiatan ini merupakan tonggak awal dimulainya pekerjaan fisik yang sudah lama kita nantikan bersama.

Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas, pelayanan publik, serta kenyamanan masyarakat di wilayah Kota Tanjungbalai, sebutnya.

Tety juga menyampaikan proyek ini bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 4.775.200.000 (Empat Milyar Tujuh Ratus tujuh puluh lima juta dua ratus ribu rupiah) dimana pekerjaan akan dilaksanakan oleh CV YUDHA PRATAMA sebagai penyedia jasa dan didampingi oleh konsultan pengawas oleh CV. RAJAWALI ENGINEERING CONSULTANT dengan target penyelesaian pekerjaan adalah 150 Hari Kalender.

Lebih lanjut Tety menjelaskan, adapun luas gedung yang di Rehabilitasi ini memiliki luas sebesar 24m x 28m dan ada beberapa Pembangunan di Gedung Rumah sakit umum daerah tanjungbalai termasuk Ruang IGD, Ruang Farmasi, Isolasi dan Ruang Alat Medis Lainnya.

“Kami dari Dinas Pekerjaan umum dan tata ruang (PUTR) akan mengawasi setiap tahapan pekerjaan ini secara ketat. Kami memastikan bahwa perencanaan teknis, struktur bangunan, hingga sistem sanitasi dan sirkulasi udara telah memenuhi standar keselamatan bangunan gedung negara dan standar kesehatan (Kemenkes),” jelasnya