“Sembari menunggu pekerjaan permanen dimulai, akses air yang terputus akibat jalan longsor untuk ditangani juga oleh Pemerintah Kabupaten Langkat,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Tiorita memastikan Pemkab Langkat segera bergerak menangani jaringan pipa air yang terputus agar kebutuhan air bersih masyarakat kembali terpenuhi.
“Kami akan memperbaiki dulu, Pak, pipanya yang terputus, biar masyarakat dapat air bersih,” tegas Tiorita.
Tiorita juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara atas respons cepat terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat Langkat, khususnya terkait kondisi jalur alternatif Langkat-Karo.
“Terima kasih, Pak. Kami sangat mengapresiasi gerak cepat Gubernur Sumatera Utara. Semoga Bapak diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Sumatera Utara lebih baik ke depannya,” ujar Tiorita.
Bagi masyarakat Langkat dan Karo, jalur alternatif tersebut bukan sekadar akses penghubung antarwilayah. Jalur ini menjadi bagian penting dalam mendukung pergerakan masyarakat, distribusi barang, hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi kedua daerah.
Karena itu, penanganan longsor menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan konektivitas Langkat-Karo kembali aman dan lancar. Peninjauan langsung Tiorita bersama Bobby sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam merespons kondisi di lapangan dan memastikan persoalan masyarakat segera mendapatkan solusi
Sementara perbaikan permanen ditargetkan mulai dikerjakan Oktober 2026, Pemkab Langkat akan terlebih dahulu menangani jaringan pipa air yang terputus sebagai langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut sejumlah Kepala OPD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kapolres Kota Binjai, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, Camat Sei Bingai, Kepala Desa Telagah, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat.(rel)






