Daniel menyampaikan, pelaksanaan pengujian bekerja sama dengan PT Betajulu Laboratorium, lembaga pengujian dan pemantauan kualitas lingkungan hidup yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) serta teregistrasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Pengambilan sampel dilakukan selama 24 jam penuh. Sampel yang terkumpul selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk dianalisis secara mendalam. Hasil lengkap pengujian diperkirakan dapat diketahui sekitar tiga hari kerja setelah pengambilan sampel selesai.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar penting bagi Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam mengevaluasi kondisi kualitas udara serta menyusun rekomendasi kebijakan dan langkah penanganan yang sesuai dengan fakta di lapangan.
Sementara itu, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, terutama ketika kondisi udara terlihat berasap atau berdebu.”
Bupati juga menghimbau masyarakat untuk: Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika udara terlihat berasap atau berdebu; Membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan; Segera mencari pertolongan medis jika mengalami keluhan pernapasan; Mendapatkan informasi hanya dari sumber resmi pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Simalungun akan terus memantau perkembangan kondisi dan akan menyampaikan informasi hasil pengujian serta langkah-langkah selanjutnya kepada masyarakat secepat hasil tersedia.(rel)






