Rico Waas Ajak 20 Siswa SMP Belajar Sejarah dan Pemerintahan di Kantor Wali Kota Medan

oleh

Selain sejarah kota, para siswa juga mendapat penjelasan mengenai pembagian tugas perangkat daerah. Rico, misalnya, menerangkan kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan yang mencakup pendidikan PAUD, TK, SD, hingga SMP. Sementara pendidikan SMA menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Ia juga menjelaskan sumber pendapatan daerah, termasuk pajak masyarakat, yang digunakan untuk membiayai program dan pembangunan kota. Pengelolaan anggaran tersebut harus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban.

“Setiap tahunnya Pemerintah Kota Medan juga harus membuat laporan tentang apa yang sudah dibangun. Lalu diperiksa oleh siapa? Badan Pemeriksa Keuangan,” jelasnya.

Rico menegaskan, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penggunaan keuangan daerah sesuai ketentuan dan terhindar dari korupsi maupun penyalahgunaan anggaran.

Di akhir pertemuan, ia berpesan agar para siswa terus belajar, memiliki cita-cita tinggi, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Kota Medan.

“Jangan lupa, kita semua harus cinta sama kota ini, harus mampu berjuang untuk membangun kota ini,” pesannya.

Usai memberikan penjelasan, Rico mengajak 20 siswa berkeliling Kantor Wali Kota Medan. Mereka mengunjungi sejumlah ruang kerja, termasuk ruang kerja Rico Waas, untuk melihat langsung lingkungan dan aktivitas pemerintahan.(rel)