Medan (medanbicara.com) – Pengabdian seorang bidan tidak berhenti pada membantu persalinan. Lebih dari itu, bidan turut menjaga kesehatan ibu dan anak, mendampingi keluarga, serta ikut menentukan kualitas generasi mendatang.
Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas, saat menghadiri peringatan HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Medan, Sabtu (31/10/2026) di Hotel Grand Kanaya.
Di hadapan Pj.Ketua Dharma Wanita Persatuan Medan Fahriatunnisa, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Surya Syahputra Pulungan, Ketua IBI Sumatera Utara Betty Mangkuji, Ketua IBI Medan Kurniawati Pohan, serta para pengurus dan anggota IBI, Airin berbagi kisah tentang ibunya yang pernah berprofesi sebagai bidan dan menjadi inspirasi baginya dalam melayani masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak.
Airin mengaku sudah mengenal IBI sejak kecil karena ibunya juga menjadi anggota organisasi profesi tersebut. Meski kemudian berhenti praktik untuk mengurus keluarga, kebiasaan dan semangat melayani yang dimiliki sang ibu tetap membekas dalam ingatannya.
Salah satu yang paling diingat Airin ialah ketelitian ibunya mencatat riwayat kesehatan anak-anaknya. Bahkan, sebuah buku berisi catatan medis sejak Airin lahir hingga dewasa masih tersimpan.
“Di situ ditulis Airin lahir jam berapa, minum susu berapa mililiter, minum obat berapa mililiter, sakitnya waktu itu ada reaksi dengan obat apa. Detail sekali,” cerita Airin.
Kebiasaan tersebut kemudian ia terapkan dalam mengurus anaknya sendiri. Airin juga membuat catatan kesehatan, mulai dari riwayat penyakit, keluhan, hingga makanan pendamping ASI (MPASI) yang pertama kali dikonsumsi dan yang tidak cocok bagi anaknya.






