Berbeda dari mekanisme bank sampah yang umumnya mencatat hasil penyetoran sebagai tabungan individu, sampah yang dikumpulkan para siswa dalam program ini dihimpun sebagai sedekah untuk membantu teman-teman mereka yang membutuhkan.
Kepala MIS Al Mukhlisin, Devi Apriani, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, Sedekah Sampah menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana yang dilakukan bersama.
“Berapapun yang kami dapat dari bank sampah, nanti juga kami belikan tas sekolah atau sepatu, yang bermanfaat untuk anak-anak itu,” kata Devi.
*Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Sirkular*
Bank Sampah Berseri merupakan salah satu kelompok binaan INALUM yang mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Kegiatan kelompok ini tidak terbatas pada pengumpulan dan penjualan sampah anorganik, tetapi juga mengintegrasikan berbagai aktivitas produktif, seperti budidaya tanaman hidroponik, peternakan ayam petelur, budidaya maggot, dan perikanan.
Pendekatan tersebut turut mendapat apresiasi dari Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, yang menilai sistem pengelolaan Bank Sampah Berseri sebagai inovasi menarik karena menghubungkan berbagai kegiatan produktif dalam satu sistem yang saling mendukung.
Melalui program Sedekah Sampah, Bank Sampah Berseri kini memperluas manfaat pengelolaan lingkungan dengan menghadirkan kontribusi bagi sektor pendidikan.
Bagi INALUM, pengembangan kelompok binaan seperti Bank Sampah Berseri menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat yang mendorong kepedulian lingkungan, kemandirian ekonomi, dan manfaat sosial secara berkelanjutan.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik bagi sekolah dan komunitas lainnya dalam memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.(rel)






