Pasien Ditolak Puskesmas Sampai Meninggal Dunia, AMM-PK Sumut Demo ke Kantor Bupati Deli Serdang

Deli Serdang (medanbicara.com)-Aliansi Masyarakat Dan Mahasiswa Peduli Kesehatan Sumatera Utara (AMM-PK SUMUT) terdiri dari LSI (Lembaga Sulatan Institut), STATE (Save The Education), GARIS (Gerakan Indonesia Sejahterah), LSM PRAKARSA (Lembaga Swadaya Masyarakat Pengarah dan pembina Karya Bangsa), PD KAMMI DELI SERDANG, KEMA GBNN SUMUT (Kesatuan Mahasiswa Garda Bela Negara Nasional), I’M IKLAB (Ikatan Mahasiswa Labuhan Batu), PPM PALUTA UINSU, PERMADES (Persatuan Mahasiswa Deli Serdang), GEMA DS (Gerakan Mahasiswa Deli Serdang), melakukan unjuk rasa ke kantor Bupati Deli Serdang, Selasa (28/7/2020)

Pantauan awak media, sekira pukul 13.50 Wib, massa tiba di Kantor Bupati Deli Serdang melakukan orasi dengan tuntutan memberikan tinta merah atas kelambanan kinerja Bupati Deli Serdang menyikapi kasus korban kemanusiaan di Puskesmas Tanjung Rejo, mencopot Kadis kesehatan Kabupaten Deli Serdang karena tidak mampu membina bawahannya dengan baik.

Memecat dan memberikan sanksi hukum seberat-beratnya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku kepada Kepala Puskesmas Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang karena telah lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan kesehatan, segera mempublikasikan kinerja dan keterbukaan pelayanan kesehatan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Deli Serdang.

Karena tidak ada satupun pejabat menemui massa yang berunjuk rasa, memicu emosi massa. Sekira pukul 14.22 Wib, massa menuju pintu masuk gerbang kantor Bupati Deli Serdang untuk berusaha masuk dan menemui Bupati.

Selanjutnya massa kembali ke posisi semula dan menyampaikan bahwa mereka akan membakar ban bila tak satupun pejabat di kantor Bupati menemui mereka. Melihat massa berniat membakar ban di depan gerbang kantor Bupati, Kasat Sabara Polresta Deli Serdang Kompol, B Panjaitan didampingi oleh Wakapolsek, Iptu O P Sihombing menemui massa dan menyampaikan agar massa tidak melakukan pembakaran ban, dan keadaan sempat ricuh.

Sekira pukul 15.15 Wib, 10 orang perwakilan massa dipersilahkan masuk ke ruangan rapat untuk mediasi bersama Staf Ahli Bupati bidang Kesejahteraan dan SDM, H Hasbi didampingi oleh Sekjen Satpol PP, Darwis Sianipar dan Sekretaris Kesbangpol, Ahmad Efendi Siregar.

Mediasi dipimpin oleh Staf Ahli Bupati, H Hasbi dan mempersilakan juru bicara perwakilan menyampaikan aspirasinya. Juru bicara massa Hendra Boang Manalu dan M Wahyu menyampaikan tentang penolakan pasien oleh Puskesmas Tanjung Rejo, yang menyebabkan pasien meninggal dunia dan hal ini diharapkan jangan terjadi lagi di Puskesmas lainnya.

Ini adalah momentum Pemkab Deli Serdang untuk memperbaiki pelayanan kesehatan.

“Kenapa penolakan pasien oleh Puskesmas seperti tidak perhatikan oleh pihak Pemkab Deli Serdang,” sebut perwakilan massa

Menanggapi pernyataan perwakilan massa itu, Staf Ahli H Hasbi mengatakan semula pihak Dinas Kesehatan akan hadir di sini namun sedang ada kegiatan. Sekretaris Dinas Kesehatan, dr Herri Kurnia Mars telah menyampaikan permasalahan yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa, namun hal yang disampaikan masih dalam proses hukum dan harus menghormati proses hukum.

Lanjut Hasbi, Bupati masih dinas di luar kota dan hal ini akan segera disampaikan kepada Bupati segera setelah kembali. Hasbi meminta waktu sampai selesai Idul adha untuk menyampaikan ke bupati.

“Mencopot Kepala Dinas bukan kapasitas dan meminta agar sama mengawasi. Bupati tidak bisa sewenang wenang mencopot jabatan, namun harus sesuai mekanisme. Semua akan diperiksa secara utuh, inspektorat akan memeriksa ke lokasi. Terima kasih kepada mahasiswa yang peduli dengan kebutuhan masyarakat dan menjadi pengingat kami tentang hal yang terjadi di lapangan,” ujar Hasbi.

Sedangkan Sekretaris Kesbangpol Deli Serdang, Ahmad Efendi Siregar menyampaikan bahwa Bupati Deli Serdang saat ini memperioritaskan pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan.

Sekira pukul 15.50 Wib, mediasi selesai dan perwakilan massa puas atas tanggapan yang disampaikan oleh Staf Ahli Bupati beserta tim dan sekira pukul 16.20 Wib massa yang berunjuk rasa meninggalkan Kantor Bupati Deli Serdang. (man)

Mungkin Anda juga menyukai