DPRD Medan Pertanyakan Gaji Pegawai Honor Dinas Kebersihan

Rapat pansus LKPj dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan di DPRD Medan/ist

MEDAN (medanbicara.com)- Anggota Pansus LKPj 2017, Anton Panggabean, mempertanyakan sikap Pemko Medan yang hingga kini belum juga membayarkan gaji honor Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang kini diberdayakan di kecamatan.

“Kita juga mempertanyakan kenapa ribuan kepling belum juga menerima gaji. Parahnya lagi, gaji mereka dipotong untuk membeli Batik Medan. Apa urgensinya,” tanya Anton dalam pembahasan LKPj 2017 di ruang banggar, Senin (16/4).

Anton meminta, pihak Pemko Medan agar tidak mengintervensi tenaga honor yang mengadu ke anggota dewan perihal nasib yang mereka alami.

“Kami adalah perwakilan masyarakat. Jangan gara-gara mereka mengadukan nasibnya ke kami, mereka mendapat tekanan atau ancaman pemecetan. Kami akan pantau terus ini,”katanya.

Menanggapi pernyataan itu, Kabag Keuangan dan Aset Daerah Sekretariat Daerah Kota Medan, Irwan Ritonga, menyebutkan, saat ini Pemko Medan sudah menggunakan anggaran Rp500 miliar dan masih tersimpan di Bank Sumut, sisanya sebanyak Rp275 miliar.

“Soal gaji honor Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang belum dibayar itu karena pihak kecamatan tidak mengajukan pembayaran. Jadi bukan karena kita nggak punya uang untuk membayar itu semua. Untuk gaji Kepling setahu saya sudah dibayarkan semuanya dari keuangan. Tapi kendalanya di mana, Kabag Tapem yang belum berkoordinasi ke kita,” pungkasnya.(eko fitri)

 

Mungkin Anda juga menyukai