Rumah lokasi kejadian. (dtc)
Loading...

CILEGON (medanbicara.com)-Astagfirullah! Armi (33) tega membunuh istrinya, Anis Purwani (30) dan anaknya Atarayan Rizki yang baru berusia 40 hari.

Kasus itu terjadi di Ciore Waseh, Grogol, Kota Cilegon. Pembunuhan terjadi Senin (4/3/2018) sekitar pukul 03.00 WIB. Awalnya, mertua mendengar tangisan Armi pada dini hari.

“Saya nggak tau ini-nya, tau-tau udah di bawah ranjang saja. Suaminya itu diam saja nangis, kirain kenapa itu kirain ngelindur yang pertama ngeliat kakak, jam 03.00 WIB ngedenger suara nangis suaminya itu,” kata kerabat korban, Lilis kepada wartawan, Senin (4/3/2019).

Saat pintu didobrak, keluarga melihat Anis dan Atarayan Rizki sudah tewas bersimbah darah. Keluarga tak mengetahui motif pelaku menghabisi nyawa korban.

“Udah gitu dibuka didobrak, sama adiknya itu. Sujud saja istrinya nangis itu di kamar,” ujarnya.

Mengetahui itu, pihak keluarga langsung melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian. Polisi yang datang langsung mengamankan pelaku dan membawa korban ke RSUD Dr Drajat Prawiranegara, Serang.

Pelaku mengaku keduanya kesetrum saat ditanya oleh mertua dan kerabat sang istri ketika pertama kali melihat korban meninggal dunia. Salah seorang kerabatnya bertanya penyebab kematian tersebut.

Pelaku malah mengaku bahwa istri dan anaknya itu tersetrum. Keluarga tak lantas percaya karena posisi korban bersimbah darah. Pihak keluarga korban langsung melapor ke polisi.

“Iya lapor polisi, bilangnya tadinya kesetrum cuma nggak ada yang percaya kalau kesetrum kan gosong,” kata kerabat korban, Lilis Khumairiyah, Senin (4/3/2019).

Lilis mengatakan, kondisi kemenakannya itu sangat mengenaskan. Pihak keluarga belum tahu motif pelaku tega membunuh anak dan istrinya sendiri.

“Ya kalau rumah tangga mah ada aja itu, cuma udah dibilangin kalau nggak ini… mah udah gitu ya, tapi suaminya nggak mau pisah,” kata dia.

Pelaku asal Garut, Jawa Barat itu kini diamankan di Polres Cilegon. Pihak kepolisian hingga kini masih memeriksa pelaku secara intensif untuk meggali motif pembunuhan tersebut. (dtc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY