Ampun…Ya Allah…Corona Belum Teratasi, Banjir Hantam Langkat, Gempa Goyang Padang Lawas Sekitarnya

Rumah yang rusak di Langkat. (ant/ho)

LANGKAT (medanbicara.com)-Hingga wabah Covid-19 alias Corona belum teratasi, kini banjir terjadi di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (29/4), pukul 15.00-21.00 WIB, menyebabkan beberapa fasilitas mengalami kerusakan, di antaranya 15 rumah warga rusak berat dikarenakan ketinggian air mencapai 200 centimeter.

Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat Irwan Sahri, di Stabat, Kamis (30/4) mengtakan, kerusakan di Kelurahan Bela Rakyat sebanyak 13 unit rumah warga dan dua unit rumah warga rusak di Kelurahan Pekan Kuala.

Fasilitas umum lainnya yang terdampak banjir di antaranya sekolah pesantren Al Uswa, masjid, satu unit SDN, yayasan Arasad, yayasan Volpo, SMP Negeri, kantor Lurah Pekan Kuala, Puskesmas, kantor Koramil, gereja, Pajak Beringin semuanya terdampak banjir.

Sementara itu untuk korban jiwa tidak ada dalam peristiwa itu.

Di kawasan Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, dua jembatan plat beton di Desa Padang Cermin, amblas atau rubuh, mengakibatkan arus transportasi di kawasan itu menjadi terganggu.

“Kita dapat laporan dari Camat Selesai dua jembatan plat beton di kawasan itu roboh diterjang banjir,” kata Staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat, Sugiono, di Stabst, Kamis (30/4).

Tim BPBD Langkat langsung melakukan survei di lapangan dimana robohnya jembatan itu karena cuaca ekstrem dengan curah hujan yang cukup tinggi. Jembatan yang roboh di Dusun Krisno dengan pajang jembatan enam meter dengan lebar 2,5 meter.

Sementara di Dusun Seno Permadi dengan pajang jembatan enam meter lebar tiga meter. Dimana jembatan tersebut merupakan jembatan plat beton hasil dari swadaya masyarakat yang terletak di Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai.

Sementara itu, gempa bumi tektonik berkekuatan 5,6 magnitudo, Kamis (30/4) sekitar pukul 15.20 WIB terjadi di Kabupaten Padang Lawa, Provinsi Sumatera Utara

Pusat gempa berada di 1.17 Lintang Utara dan 99.53 Bujur Timur atau 24 km Barat Laut Padang Lawas, Sumatera Utara, dengan kedalaman 10 km, demikian laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Warga yang merasakan gempa di Tapteng. (ant)

Dikabarkan, gempa yang terjadi dirasakan cukup kuat oleh warga sekitar dengan durasi sekitar lebih kurang 6 detik dan juga getarannya ada yang merasakan hingga ke Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan.

Guncangan gempa ini sangat dirasakan oleh warga yang tinggal di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Warga yang kebetulan sedang berada di salah satu warung tampak berhamburan dari dalam warung.

“Lumayan juga guncangannya, dan kami langsung lari dari dalam warung takut terjadi sesuatu,” ungkap Portugal Pasaribu, salah seorang pengunjung warung.

Sejumlah rumah ibadah, rumah penduduk, dan gedung sekolah di Kecamatan Sayur Matinggi mengalami kerusakan kecil.

"Kita baru saja melakukan pendataan di lapangan dampak gempa bumi Padang Lawas dengan kedalaman 10 km ini," kata Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M Pasaribu kepada wartawan melalui Camat Kecamatan Sayur Matinggi Emmy Farida, Kamis (30/4) malam.

Dia menyatakan dampak paling parah dialami SD Negeri 101107 Aek Libung, Kecamatan Sayur Matinggi dimana 1 gedung sekolah kondisinya rusak parah. Kemudian Masjid Syech Sihabuddin rusak kerugian ditaksir Rp5 juta.

"Tambah rumah penduduk ditempati Nikmah Nasution (50) rusak mengalami kerugian sekitar Rp3 juta, Yusnita (32) rumahnya rusak kerugian ditaksir Rp1 juta, dan rumah Tukma (27)," tambahnya.

Kemudian di Kelurahan Sayur Matinggi sebuah Masjid Asasuddin juga rusak kerugian diperkirakan Rp40 juta, dan sebuah rumah penduduk bernama Isak (36) ditaksir kerugian Rp 2 juta.

"Menurut laporan banyak lagi rumah-rumah penduduk yang retak, namun syukurnya hingga malam ini sesuai laporan kita terima lapangan nihil korban jiwa akibat gempa tersebut," jelasnya.

Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Irwa Zaini Adib menyatakan turut prihatin atas kejadian gempa bumi yang telah merusak sejumlah bangunan masyarakat, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya di wilayah hukumnya.

"Namun, yang jelasnya kita (Polres Tapanuli Selatan) akan terus melakukan koordinasi yang baik terkait berbagai kerusakan dampak gempa, bahkan sejumlah personel kita juga di lapangan tengah melakukan pendataan secara detail," ujarnya. (ant)

Mungkin Anda juga menyukai