3 Jasad Korban Kebakaran di Hessa Air Genting Diotopsi ke RS Siantar, Ini Identitasnya…

Tiga jenazah korban kebakaran satu unit rumah di Dusun I, Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Airbatu, Kabupaten Asahan pada Senin (23/3/2020) dini hari dibawa ke RSUD Djasamen Saragih, Siantar. (trb)

ASAHAN (medanbicara.com)- Polisi akhirnya membawa tiga jenazah korban kebakaran satu unit rumah di Dusun I, Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Airbatu, Kabupaten Asahan pada Senin (23/3/2020) dini hari ke RSUD Djasamen Saragih, Siantar.

Jasad para korban yang awalnya akan langsung dikremasi di kawasan Batu IX, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, akhirnya terlebih dahulu dibawa ke Siantar untuk dilakukan otopsi.

“Benar, diotopsi walaupun ada permintaan dari keluarga agar tidak diautopsi. Tapi karena memang prosedur itu harus tetap dilakukan,” kata Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Adrian Risky Lubis, Senin.

Sementara itu, untuk memastikan penyebab kebakaran, maka rencananya pada Selasa (24/3/2020) besok tim dari Polres Asahan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut akan melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran yang menewaskan tiga orang korban itu diduga akibat korsleting listrik.

“Dugaan sementara akibat arus pendek. Olah TKP dari polres sudah. Tapi kalau tidak ada halangan, besok (Selasa) tim Labfor Polda Sumut akan turun melakukan olah TKP,” ujarnya.

Diketahui, kebakaran satu unit rumah itu terjadi pada Senin (23/3/2020) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Api yang cepat membesar, membuat penghuni rumah yang sedang terlelap terkejut. Sehingga membuat orang yang ada di dalam rumah panik.

Akibat kebakaran itu tiga orang penghuninya tewas setelah tak berhasil menyelamatkan diri. Apalagi saat peristiwa berlangsung seluruh penghuni rumah tengah terlelap.

“Api katanya dari depan. Kayaknya korsleting listrik,” paman korban, Hasin, Senin

Identitas korban tewas yaitu Kevin Marvin Sentosa (7), Hendrik Wiranata Sentosa(5) dan Roni alias Ucok (30).

Sementara sang nenek, Aki selamat, setelah terbangun akibat mendengar suara dari ruang tamu dan melihat api. Mengetahui hal itu Aki langsung lari keluar rumah meminta pertolongan warga.

“Nenek tahu ada api, langsung keluar teriak minta tolong warga. Pas balek ke rumah api sudah membesar,” ungkap paman korban, Hasin, Senin.

Upaya Aki untuk membangunkan ketiga korban gagal, setelah api terus membesar.

Ditambahkan Hasin, saat peristiwa berlangsung orang tua korban dan kakeknya sedang berada di Aekkanopan, Labuhan Batu Utara untuk berjualan sayur. Sebab, sehari-hari mereka bertani sayur.

“Saat kejadian, bapak-ibunya sama kakeknya sudah berangkat ke Aekkanopan. Jam 12 malam berangkat dari rumah,” ungkapnya.

Empat unit mobil pemadam kebakaran langsung meluncur ke tempat lokasi. Api baru benar-benar berhasil dipadamkan satu jam kemudian.(trb)

Mungkin Anda juga menyukai