Polisi saat menggelar konferensi pers. (mol)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)–Empat bulan lebih kabur usai tragedi berdarah di Jalan Cemara, polisi berhasil mengendus satu pelaku penganiayaan hingga tewas anggota IPK, Jarisman Saragih (21), warga Dusun VIX Sinar Gunung, Kelurahan Pematang Johar, Kecamatan Medan Labuhan.

Tim Pegasus Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Medan juga menembak mati pria yang disebut sebagai otak pelaku tragedi berdarah itu.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto melalui Kasat Reskrim, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, tersangka Suriono alias Nano (37), melakukan perlawanan saat akan ditangkap polisi di sebuah gubuk di sekitar kediamannya di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Jumat (28/6/2019) sekira pukul 12.30 Wib.

Diketahui, Jarisman Saragih tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka bacokan pada tubuhnya di Jalan Keadilan, Lorong I Timur, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (2/2/2019) sore silam.

“Tersangka Suriono alias Nano merupakan otak pelaku pembunuhan terhadap korban,” tegas Putu Yudha kepada wartawan di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (30/6/2019) sore.

Terungkapnya keberadaan Nano, berawal dari informasi yang diterima polisi bahwa pria yang sudah lama diburon itu sedang berada di sebuah gubuk/pos di sekitar rumahnya di Desa Sampali.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan langsung melakukan penyelidikan ke lokasi dimaksud.

“Saat akan kita tangkap, tersangka sedang mengkonsumsi narkoba jenis sabu,” jelas Putu Yudha.

Tahu kedatangan petugas, Nano kemudian sebilah kapak lalu coba melarikan diri dengan melompat pagar belakang gubuk tersebut.

Polisi yang sudah mengepung dari segala penjuru mencoba mengamankan pria itu. Namun, Nano disebut melakukan perlawanan dengan mengayungkan kapak ke arah petugas.

“Kemudian personel memberikan tembakan tegas terukur ke arah kaki tersangka. Tapi tersangka tetap melakukan penyerangan dengan mengayunkan kampak ke arah petugas. Akhirnya dilakukan penembakan ke arah dada sebanyak 1 kali,” ujarnya.

Nano langsung terkapar bersimbah darah di lokasi. Polisi kemudian membawanya ke RS Bhanayangkara Medan. Sayang di perjalanan, pria itu meninggal dunia. “Kita juga amankan alat hisap sabu, serta 1 bungkus klip plastik berisi sabu,” ungkapnya.

Dengan penangkapan Nano, dari 11 tersangka yang ditetapkan, hingga saat ini polisi masih melakukan terhadap 5 pelaku lainnya.

“Ada 5 orang yangg sudah diproses ke persidangan. 6 orang DPO (Daftar Pencarian Orang (termasuk Nano). Jadi, ada 5 lagi yang belum tertangkap termasuk yang menembak dan memukul kepala korban,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, penganiayaan terhadap Jarisman terjadi ketika dia dan teman-temannya baru saja pulang dari acara pelantikan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPK di Lapangan Gajah Mada, Jalan Krakatau, Medan Timur. Usai acara, Jarisman hendak pulang mengendarai sepedamotor dari Jalan Krakatau melalui Jalan Cemara.

Namun, begitu tiba di Jalan H Anif, Jarisman dan teman-temannya dihadang sekelompok orang, hingga terjadi penganiayaan di Jalan Keadilan. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY