Kerja di Nite Club Itu Mengasyikkan

MEDAN (medanbicara.com) – Bagi pengunjung Entrance Music Temple, wajah yang satu ini tidaklah asing. Kecuali sedang cuti dan off, dia pasti hadir di sana. Berjalan dari satu sudut ke sudut lain. Kadang kadang menyapa tamu, sebagaimana layaknya tuan rumah yang baik.

Sari, demikian panggilan namanya melakoni hal itu sebagai konsekwensi pekerjaannya sebagai Operational Manager Entrance Music Temple.

“Saya bertugas memastikan semua operasional berjalan lancar,” ujar pemilik nama lengkap Hafsari Thahir ini di sela dentuman music EDM yang lagi dispin DJ, Sabtu malam.

Tak hanya itu, ia juga menerapkan penegakan disiplin dan service yang baik ke pelanggan kepada seluruh tim yang berhadapan langsung dengan pengunjung. Pemilik tinggi 160 cm dan berat badan 45 kilogram ini selalu tampil mengenakan jas hitam.

“Untuk membedakan dengan tamu,” jelasnya.

Kakinya ditopang sepatu hi-heel. Dan wajahnya dibiarkan tanpa make-up alias natural. Dengan jam kerja mulai pukul 22 hingga 3 pagi dan pada akhir pekan bahkan sampai pukul 5 pagi, ternyata bukan masalah bagi Sari.

“Bekerja di klab malam buat saya adalah sebuah pekerjaaan yang mengasyikkan, penuh tantangan dan penuh tangung jawab,” ujar mantan Sales Manager di sebuah resort wisata ini.

Penggemar David Guetta ini mengaku menikmati pekerjaannya bagaikan menikmati musik yang berputar sepanjang malam.

“Tapi terus terang saya sangat anti alkohol. Lebih suka minum teh pahit setiap malam,” terangnya.

Ibu dari 2 anak yang berstatus single parent ini pun mengaku pekerjaannya didukung keluarga.

“Alhamdulillah mendapat dukungan dari seluruh keluarga,” ucapnya mengakhiri. (akbar)

Mungkin Anda juga menyukai