Bayi Salwa Nurhajijah menderita penyakit penyempitan jantung, saat menjalani perawatan di RS Bunda Thamrin Medan. Salwa telah meninggal dunia, Jum'at malam (16/2) di RSUPH Adam Malik, Medan. /ist

MEDAN (medanbicara.com)-Salwa Nurhajizah, bayi berumur 2 bulan, penderita penyempitan jantung meninggal dunia sekitar pukul 23.00 Wib, Jum’at (16/2) malam. Salwa meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Haji Adam Malik, Medan.

Sebelum meninggal dunia, Salwa sempat kritis dan dikabarkan membutuhkan donor darah AB+ melalui sebaran pesan broadcast  grup WhatsApp.

Keluarga membawa jenazah Salwa menggunakan mobil ambulans dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Utara sekitar pukul 11.00wib. Salwa akan dikebumikan di kampung halamannya di Desa Durian, Dusun Utama/Tanah Lapang, Kecamatan Merdang Deras, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Kepala Sub Bagian Humas RSUP Adam Malik Masahadat Ginting mengakui, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk menstabikan kondisi Salwa. Karena, jika harus dirujuk ke Jakarta, kondisi Salwa harus dalam kondisi yang stabil.

“Sudah kita upayakan, kondisi umumnya harus baik dulu sebelum dirujuk,” katanya kepada wartawan, Sabtu (17/2).

Duka Mendalam Keluarga dan Masyarakat

Kepergian bayi mungil, anak kelima dari lima bersaudara pasangan suami isteri, Irwan dan Nur Aidah meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya, terutama kedua orangtuanya. Irwan dan Nur Aidah tidak akan pernah lagi mendengar tangisan dan tawa dari putri sulung mereka, Salwa Nurhafizah.

Sebab, takdir berkata lain. Bayi mungil berusia dua bulan yang mengidap kebocoran jantung itu dipanggil kepangkuan Tuhan setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Medan.

Sambil menangis sesunggukan, Irwan mengakui, puterinya sempat membaik selama dirawat di Adam Malik. Namun, kondisi Salwa menurun, Jumat (16/2). Kemudian, Salwa meninggal keluarga sekitar pukul 23.00 WIB.

“Dek Salwa sudah gak ada lagi. Allah lebih sayang sama Salwa,” ujar Irwan, Sabtu (17/2).

Salwa Nurhafizah divonis dokter dari Rumah Sakit Bunda Thamrin mengidap kebocoran Jantung. Selama Salwa dirawat di Bunda Thamrin, kondisinya sempat membaik. Namun, Bunda Thamrin tidak bisa merujuk Salwa ke RS Harapan Kita di Jakarta karena berstatus Kelas C.

Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, Salwa dirujuk ke Adam Malik. Salwa sempat menjalani operasi kecil untuk mengangkat penyumbatan dahak pada Kamis, (17/2). Karena Salwa sempat mengalami batuk.

“Kemarin itu ada batuk, dokter melakukan operasi kepada Salwa. Alhamdulillah operasinya lancar,” kata Irwan.

Namun, pasca operasi kondisi Salwa terus menurun, badannya memucat. Irwan sempat mengabarkan anaknya membutuhkan donor darah golongan AB+. Kabar itu langsung menyebar di media sosial. Ada pendonor yang memberikan darahnya.

Setelah mendapat donor, kondisi Salwa tak kunjung membaik. Irwan dan Nur Aidah semakin cemas. Apalagi Nur Aidah, dia punya trauma karena anak ketiga mereka juga meninggal di Adam Malik, Medan. Dan, pukul 23.00 Wib, Salwa meninggal dunia. Salwa sudah dikebumikan di kampung halamannya.

“Alhamdulillah tadi sudah dikebumikan, mulai dari keluarga dan donatur serta tokoh masyarakat semua bersimpati dengan Salwa,” kata Irwan.

Duka mendalam tidak hanya dirasakan keluarga, tapi juga masyarakat. Ucapan belasungkawa dan duka mendalam disampaikan melalui media sosial dan pesan grup WhatsApp. (fatimah)

 

 

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR