Polisi menggerebek pesta seks tukar pasangan, salah satunya sedang hamil. (dtn)

SURABAYA (medanbicara.com)- Tak hanya sekali, pelaku swinger atau tukar pasangan, Eko (31) mengaku melakukan hal ini sudah lebih dari tujuh kali. Eko juga mengaku lebih dari dua tahun menawarkan jasa swinger melalui twitter.

“Kurang lebih 5 kali, eh kurang lebih 7. Informasi dari saya sudah saya kasih ke penyidik semua,” ujar Eko saat ditanya wartawan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (10/10/2018).

Sementara itu, Kasubdit Renata Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana mengatakan Eko sempat mengaku melakukan swinger 7 kali. Namun pihaknya yakin perilaku Eko sudah lebih dari ini karena dilakukan sejak 2016.

“Kenal twitter tentang swinger sejak 2015, tapi praktiknya sejak 2016. Kalau pengakuannya sama kita ada 7 kali, saya yakin lebih karena di akunnya ada di Malang, di Blitar, di Gresik dan beberapa tempat di Jatim,” kata Festo.

Festo menambahkan Eko tak hanya melakukan swinger dengan pasangan lain. Namun juga melakukan praktik penyimpangan seksual lainnya seperti berhubungan badan bertiga (threesome) dan berempat (foursome).

Selama melakukan hal tersebut, Eko juga mengaku istrinya juga dilibatkan. Dalam praktik itu, tak ada perempuan lain. Hanya istrinya yang menjadi perempuan dengan dua hingga tiga laki-laki.

Kebanyakan laki-laki yang diajak Eko melakukan penyimpangan seksual tersebut adalah orang yang sama, yang pernah ikut swinger bersama istrinya. Bagi Eko, orang-orang tersebut sudah memenuhi syarat usia dan memiliki buku nikah.

“Jadi dia bisa threesome, atau foursome satu cewek 3 laki, atau swinger tukar-tukar pasangan,” pungkas Festo.

Eko (31), pelaku swinger atau tukar pasangan mengaku tak pernah memaksa istrinya untuk melakukan hubungan badan dengan bertukar pasangan. Eko mengatakan dia dan istrinya sama-sama memiliki keinginan ini.

Dari keterangan penyidik, awalnya Eko menawari istrinya untuk diajak swinger dengan pasangan lain. DW, istri Eko pun menyetujui hal ini. Lewat twitter, akhirnya Eko sempat menawarkan fantasinya dengan pengguna lain.

“Awalnya dia mencoba menawarkan pada istrinya, pada saat dia berhubungan badan, dia ingin berfantasi, dia ngomong pingin dilihat orang lain, akhirnya istrinya mau dan mengiyakan,” kata Kasubdit Renata Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana di Mapolda Jatim, Rabu (10/10/2018).

Karena ingin merasakan sensasi berhubungan badan dengan dilihat orang lain, hingga berganti pasangan dengan suami atau istri orang, Eko segera mewujudkan keinginannya. Dia pun bertemu pasutri asal Gresik.

Namun, tak langsung melakukan swinger. Kedua pasutri ini melakukan proses penjajakan dulu agar saling mengenal. Momen ini dilakukan dengan saling bertemu, mengobrol, hingga kedua pasangan terasa cocok.

“Akhirnya sepakat dengan istrinya, dia aktif di akun twitter itu. Kenal sama orang Gresik. Yang bersangkutan menjajaki dulu, ketemu dulu, ngobrol, dia dan istrinya cocok. Ya dilakukan. Antar pasutri cocok dua pasang,” papar Festo.

Festo mengatakan jika istri Eko tak ingin dengan pasutri tersebut, Eko juga tak akan memaksa. Tak hanya mengajak ketemu agar kedua pasangan cocok, Festo menambahkan Eko juga meminta pasutri lainnya mengirim foto wajah dan alat vital.

“Tidak ada paksaan, kalau istrinya tidak mau ya tidak akan. Bisanya diminta kirim foto dan foto alat vital. Setelah cocok, dilaksanakan hal tersebut,” kata Festo.

Sementara saat ditanya, Eko mengatakan dia dan istrinya sama-sama memiliki keinginan seksual yang besar. Keduanya juga ingin merasakan sensasi lain dalam sebuah hubungan. “Cuma pingin sensasi aja,” ujar Eko.

Namun, Eko menegaskan jika dirinya selalu jujur dan apa adanya di depan istrinya. Dia mengatakan hubungan dengan istri orang hanya sebatas di ranjang, tidak sampai selingkuh atau dalam hubungan yang serius.

“Endak menjalin hubungan juga sama pasangan yang lain. Jujur, ndak ada yang ditutupi kalau sama istri,” tandasnya. (dtn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY