Wakil Bupati Asahan H. Surya BSc saat menyampaikan Noya Keuangan dan Ranperda tentang RAPBD Asahan tahun 2018 dihadapan peserta rapat/Denny Soewono Area lampiran
Loading...

KISARAN (medanbicara.com)- Pemerintah Kabupaten Asahan memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp1,58 Triliun lebih di tahun 2018. Hal di sampaikan dalam rapat paripurna DRPD Kabupaten Asahan pada Kamis (30/11) di ruang Rambate Rata Raya Kantor DPRD Asahan, Jalan Ahmad Yani by Pass, Kisaran.

Wakil Bupati Asahan, H. Surya BSc dalam penyampaian nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2018 menyebutkan RAPBD Kabupaten Asahan tahun anggaran 2018 ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencanan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Asahan tahun 2016-2021.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Asahan Nomo 4 tahun 2016, kemudian pembangunan RPJMD tahun 2016-2021 dilaksanakan dengan kebijakan pembangunan infrastruktur dan non infrastrutktur.

“Pada tahun 2018 pembangunan insfrastruktur dilaksanakan pada 12 kecamatan. Dan untuk sifatnya pelayanan bagi masyarakat, tidak ada kekhususan, artinya semua kecamatan yang ada di Kabupaten Asahan sama tingkatannya dalam bidang pelayanan,”ujarnya.

Kecamatan tersebut adalah Kota Kisaran Barat, Kota Kisaran Timur, Meranti, Rawang Panca Arga, Bandar Pasir Mandoge,Bandar Pulau, Aek Ledong, Tinggi Raja, Buntu Pane, Silau Laut, Pulo Bandring dan Air batu.

Sedangkan 13 kecamatan lagi penerima pembangunannya insfrastruktur yakni Sei Kepayang, Sei Kapayang Barat, Sei Kepayang Timur, Tanjungbalai, Air Joman, Simpang Empat, Sei Dadap, Pulau Rakyat, Rahuning, Aek Kuasan, Aek Songsongan, Setia Janji, dan Teluk Dalam.

Lanjut Surya, dalam penyusunan RAPBD Kabupaten Asahan tahun 2018 pihaknya mempedomani arahan dari Presiden RI sebagaimana telah tercantum dalam RKP tahun 2018 bahwa dalam kebijakan anggaran belanja dilakukan berdasarkan money follow program prioritas bukan money follo function.

Surya mengatakan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam memprioritaskan pembangunan yang telah ada di RPJMD mengacu kepada empat pilar. Yakni, pertama bidang insfrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, drainasse, prasarana air bersih, pendidikan, kesehatan, pemerintahan dankantor lainnya serta pasar tradisional.

Kedua bidang pendidikan yang meliputi pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan kualitas pendidikan dan tata kelola serta akuntabilitas pendidikan.

Kemudian yang ketiga yakni bidang kesehatan meliputi peningkatan pelayanan kesehatan, promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, lingkungan sehat, pencegahan, pemberantasan penyakit dan perbaikan gizi.

Dan yang terakhir yakni bidang pertanian yang meliputi pertanian tanaman pangan dan horticultural, perkebunan dan perikanan yang didukung oleh UMKM.

Surya mengatakan bahwa pendapatan daerah tahun 2018 akan diproyeksikan mencapai Rp 1.580.426.724.643,50.

Itu didapatkan dari pendapatan hasil daerah sebesar Rp 120.218.077.043,70, Besaran ini diperoleh pajak daerah sebesar Rp 42.327.841.016,00, retribusi daerah sebesar Rp 8.992.230.900,00, hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan sebesar Rp 5.452.039.042,00 dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp 63.445.966.085,70.

“Dan pendapatan transfer pemkab asahan dari pemerintah pusat sebesar Rp 1.370.520.647.599,80, “tandasnya.

Pemerintah pusat menggelontorkan dana perimbangan sebesar Rp 1.326.461.718.180,80, dan dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak sebesar Rp 75.037.082.180,80, Dana Alokasi Khusus Rp 247.059.101.000,00, Dana Alokasi Umum Rp 877.794.641.000,00 serta Dana Desa Rp 126.570.894.000,00.
Tak hanya itu, Pemkab juga mempunyai dana Transfer Antar Daerah sebesar Rp 44.058.929.419,00, serta dana lain-lain yang sah berupa dana hibah dan BOS senilai Rp 89.688.000.000,00

Pemerintah Kabupaten Asahan dalam hal ini akan merencakan alokasi belanja daerah di tahun 2018 sebesar Rp 1.577.926.724.643,50.

“maka dengan rencana alokasi belanja daerah tahun 2018, akan dialokasikan untuk belanja tidak langsung dengan besaran Rp 1.076.105.066.301,68, terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 711.640.685.174,00, belanja subsidi sebesar Rp 2.000.000.000,00, dananhibah sebsar Rp 108.773.400.000,00 dan belanja bantuan sosial senilai Rp 17.501.000.000,00,”jelas Wabup.

Masih Surya menjelaskan, belanja bagi hasil pajak dan retribusi daerah kepada pemerintahan desa Rp 5.132.007.191,00, belanja keuangan kepada provinsi/kotadesa dan partai politik sebesar Rp 229.057.973.936,08 dan belanja tidak terduga sebesar Rp 2.000.000.000,00.

Belanja langsung sebesar Rp 501.821.658.341,82 ini dialokasikan pada urusan pemerintahan konkuren dan fungsi penunjang urusan pemerintahan.

Dalam kesempatan ini juga H. Surya membacakan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 6,21%, tingkat pengangguran 5,31%, persentase penduduk miskin 9,18%, indeks gini ratio 0,1429, indeks Williamson 0,5990, laju inflasi 4,91%, angka usia harapan hidup 67,69 tahun.

“Semoga penyampaian nota keuangan dan raperda tentang RAPBD tahun 2018 dan harapan bisa segera dilakuakn pembahasan,”tutup Wakil Bupati Asahan.Hadir dalam rapat ini Ketua DPRD Asahan, Wakil Ketua DPRD Asahan dan seluruh anggota DPRD Asahan, unsur OPD, dan Muspika.(Dens)/(**)

TIDAK ADA KOMENTAR