Keempat begal diamankan di Mapolres Karo. (ist)

KARO (medanbicara.com)–4 anggota komplotan begal sadis di Karo, Sumut, terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan dan berusaha kabur saat ditangkap.

Informasi yang dihimpun, Selasa (28/8/2018), para pelaku ditangkap di tempat dan waktu berbeda. Dua pelaku merupakan pemain di lapangan, sementara dua lainnya merupakan penadah.

Para pelaku yang diamankan adalah EHB alias Ocong (31), warga Jalan Letnan Rata Peranginangin, Gang Kesatuan, Kabanjahe; ET (31), warga Gang Sempurna, Kabanjahe; SW (44), warga Desa Tebing Ganjang, Kecamatan Pancurbatu; dan RG (40), warga Jalan Bunga Rampai III, Kelurahan Simaingkar B, Medan.

Komplotan begal yang kerap beraksi itu ditangkap berdasarkan laporan korban, Ahmad Mahdum, warga Tunggul Angin, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.

“Saat beraksi, para pelaku mengaku sebagai anggota polisi,” kata Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Hutajulu melalui Kasubag Humas, Iptu Edy Budiman.

Iptu Edy kemudian merinci kejadian. Dia mengatakan, setelah berhasil menghentikan truk korban di Simpang Desa Bunuraya, kawasan Laudah, para pelaku kemudian menuduh korban membawa narkoba. Karena takut, korban pun pasrah truknya digeledah, dan dibawa hingga ke kawasan Katepul. Pelaku juga mengambil uang milik korban.

Berbekal laporan korban, pengejaran pun dilakukan. Kemudian, pada Minggu sore (26/8/2018), tersangka Ocong berhasil ditangkap di warung nasi, Desa Sumber Mufakat, Kabanjahe. Saat dibawa pengembangan untuk mencari pelaku lainnya, Ocong melakukan perlawanan sehingga kedua kakinya ditembak.

Berdasarkan ‘nyanyian’ Ocong, petugas kemudian menangkap ET di kawasan yang sama. Sama seperti Ocong, ET pun ditembak kedua kakinya karena berusaha melarikan diri.

Kepada polisi, keduanya mengaku telah 8 kali beraksi. Semua hasil kejahatan mereka dijual kepada dua penadah, yakni RG dan SW di Medan. Petugas bergerak cepat dan menangkap keduanya. Namun karena berusaha kabur, RG dan SW juga terpaksa ditembak kakinya. (msc/mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY