Owner arisan Terang Ersinalsal Flora Handayani Purba alias Ame Nuhar. (dok/ist)
Loading...

KARO (medanbicara.com)-Penipuan berkedok arisan online kembali menelan korban. Kali ini puluhan warga Kabanjahe dan Medan sekitarnya menjadi korban penipuan hingga ratusan juta rupiah.
Para korban yang dominan sebagai ibu rumah tangga, pegawai dan pedagang ini dijanjikan mendapat keuntungan bila ikut dalam grup arisan bernama ‘Terang Ersinalsal’ yang dikelola Flora Handayani Purba alias Ame Nuhar (Nd Fenni).

Tidak tanggung-tanggung, pemilik yang lebih keren disebut ‘Owner’ Arisan Terang Ersinalsal yang beranggotakan 1.007 member menggelapkan uang arisan hingga ratusan juta rupiah. Arisan yang dikelola Flora Handayani Purba alias Ame Nuhar ini tak hanya menawarkan arisan uang. Namun juga arisan baju, HP, emas, sampai berlian. Sistem pembayarannya ada yang menurun dan flat. Artinya siapa yang mengambil nomor atas, maka dia harus membayar lebih banyak dari pada member di bawahnya.

“Di bulan Oktober sudah tidak ada lagi pencairan kepada member yang narik. Dana anggota arisan ditahan owner, sehingga kami meminta uangnya dikembalikan saja. Tapi pemilik arisan ini sudah menghilang entah kemana. Sementara akun facebooknya bernama Ame Nuhar dan hpnya sudah tidak aktif lagi,” ujar salah seorang korban Clara Simangunsong (30), diamini korban lainnya kepada wartawan, Rabu (9/1/2019), di Kabanjahe.

Dikatakannya, jika owner belum ada niat baik untuk mengembalikan uang mereka. Mau tidak mau atau suka tidak suka, kasus ini akan di bawa ke jalur hukum. Karena bukti-bukti transaksi pembayaran melalui transfer ke rekening BRI 5274-0101-3446-532 atas nama Flora Handayani beru Purba dan rekening Bank Mandiri 105-0011-9725-71 atas nama Insaf Ginting (suaminya).

Bahkan pelaku atau owner arisan ini menggunakan nama beberapa member palsu untuk membuat testimoni seolah member nomor atas yang sudah cair tidak membayar arisan hingga jatuh tempo. Tak hanya melarikan uang dari para anggota arisan, tetapi pelaku juga memanipulasi arisan menjadi sistem lelang.

“Jika sampek bulan Januari inipun tak ada niat baiknya, kita akan melaporkannya ke polisi. Kuasa hukum akan kita ambil, agar dapat mendesak kepolisian untuk menangkapnya. Jangan dia pikir setelah kabur sudah bebas. Kalau memang mau kabur, jangan tanggung-tanggung skalian aja ke luar negeri,” ketus Clara dengan nada geram.

Para korban percaya dan tertarik ikut dalam grup arisan yang ditawarkannya karena mengenal korbannya yang katanya masih bersaudara dengan istri dari Mbira Ginting warga Kabanjahe.

“ Ame Nuhar sering bilang melalui inboksnya, jangan takut kita takut ikut arisan yang dikelolanya. Karena dia masih bersaudara dengan istri salah seorang Ketua OKP Kabupaten Karo. Bahkan pernah dia bilang jika dirinya dengan istri Ketua OKP itu sama-sama sedang berbisinis jual beli tanah di Medan,”tambah salah seorang korban.

Terpisah, informasi yang didapat dari Polres Karo, nama-nama group arisan online yang sedang marak di media sosial facebook khususnya di Karo sudah di tangan kepolisian.

“Kita masih menyelidiknya, jadi bagi para korban yang ikut arisan di grup arisan online jangan enggan melaporkannya ke polisi. Kalau bukti-bukti lengkap dalam laporan, pasti kita tindaklanjuti karena ini sudah modus penipuan. Mata rantai harus diputus agar jangan ada lagi korban-korban lainnya,”sebutnya.

Disebutkannya, jika laporan penipuan arisan online sudah ada yang masuk ke Polres Karo. Ada beberapa nama owner yang sudah didata diantaranya ARG berdomisili di Bogor, NA karyawan Cafe di Berastagi dan suaminya RS.

“Ada juga nama-nama owner arisol yang baru masuk kemarin. Itu belum kita selidiki. Jadi kita masih menunggu laporan resmi dari para korban,”ujarnya. (ita)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY