Lahan pertanian nenas warga yang kena virus. (darwin manalu)
Loading...

TAPUT (medanbicara.com)-Petani nenas di Dusun Sarang-sarang, Desa Parbaju Toruan, Kecamatan Tarutung, Sumut, mengeluhkan penyakit atau virus yang menyerang buah dan daun nenas. Kini, para petani nenas di daerah itu sudah mulai mencabut tanaman nenas yang terkena virus walaupun sudah berbuah.

“Beginilah kalau sudah terkena virus, daunnya merah. Selain merah, daun nenas ditempel bakteri warna putih. Pada pokok nenas akan banyak semut,” ujar Manda Situmorang (35), sambil menunjukkan pokok nenas yang baru dicabut kepada wartawan, Jumat (28/6/2019) di ladangnya.

Kata Manda, walau terkena virus masih bisa berbuah, buahnya tidak kecil, hanya saja lama matangnya. Senada dikatakan, Maddin Situmeang (46) yang juga mengeluhkan serangan virus yang mematikan itu.

“Yang paling petani keluhkan, kalau kita belah buah nenas yang sudah matang, ada bercak hitam. Padahal, dari luar kulitnya bagus dan tidak ada menandakan busuk,” ungkap Situmeang.

“Kami sangat bingung, dah berbagai macam obat racun kami buat, hasilnya tidak ada. Malah kami harus mencabut pokok nenas kalau daunnya sudah mulai merah. Sudah pernah datang ke sini tim dari Jakarta untuk meneliti penyakit nenas kami. Hasilnya juga sama, mereka tidak bisa anti virus tersebut. Sebenarnya, virus ini masih baru, dulunya nggak pernah ada,” terangnya.

Dari amatan wartawan sudah banyak petani nenas di daerah itu mengalami hal sama dengan mencabuti pokok nenas kalau sudah kena virus dan menanamnya kembali dengan pokok nenas yang baru. (win)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY