Begitu juga dikalangan warga, ada istilah dilapangan “Tentara” Oppung BoS, jika oknum TNI itu datang mengutip omset judi togel dari jurtul maupun mendatangi jurtul yang setoran omsetnya menunggak. Namun sekarang di sejumlah kedai kopi atau warung tuak, para warga membahas jika “Tentara” Oppung BoS tidak ada lagi. Karena kelapangan tidak memakai seragam seperti dulu lagi. Sekarang pakaian yang digunakan sudah pakaian preman. Sehingga sulit membedakan mana oknum TNI dan mana kordinator lapangan dari sipil. Begitu juga saat mengutip omset setoran judi togel dari jurtul yang membandel atau berutang, Oppung BoS judi togel tetap memakai “tangan” Oknum TNI.
Sementara itu, informasi diperoleh dilapangan, sampai sejauh ini judi togel diduga dikelola Oppung BoS kian merajalela karena dibeking diduga oknum TNI. Juru tulis (jurtul) nya juga “berserak” di sejumlah kecamatan di Kabupaten Deli Serdang yang sangat leluasa mencari omset tanpa ada yang berani menangkapnya karena dibeking diduga oknum TNI.
Di Kecamatan Pantai Labu jurtul togel merk TK/DM “berserak” di Desa Denai Lama, Denai Kuala, Desa Durian, Desa Ramunia I. Di Kecamatan Beringin seperti di Desa Sidoarjo II Ramunia, Desa Serdang, Desa Sidourip, Desa Sidodadi Ramunia, Desa Araskabu, Desa Tumpatan. Di Kecamatan Pagar Merbau di Desa Sukamandi Hilir, Sukamandi Hulu, Desa Sumberrejo, Desa Jati Baru. Di Kecamatan Lubuk Pakam hampir menyeluruh jurtulnya “berserak” di setiap Desa atau Kelurahan. Seluruh omset penjualan judi togel itu diduga disetor ke Oppung BoS di Kecamatan Lubuk Pakam. Para jurtul ini dengan terbuka menjajakan judi buai mimpi itu tanpa pernah takut ditangkap polisi karena diduga dibekingi oknum TNI.
Menanggapi judi togel merk TK/DM diduga dikelola Oppung BoS yang masih langgeng beroperasi itu, Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Risqi Akbar, SiK, M.H, ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan masih mendalami penyelidikan. (man)






