Pedagang Deli Tua Terancam Digusur, “Bupati Tak Berpihak Ke Masyarakat Karena Lahir Dari Orang Kaya”

oleh

Deli Serdang (medanbicara.com) – Kisah Memory terhadap penggusuran pedagang dan masyarakat Deli Tua oleh pemkab Deli Serdang Kembali terulang setelah 12 tahun lamanya.

Kini ratusan pedagang pasar Deli Tua, di Kelurahan Deli Tua Timur, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang menolak rencana penggusuran yang diduga akan dilakukan Pemkab Deli Serdang.

Ratusan pedagang yang terdiri dari emak-emak, pria dewasa, dan anak muda Deli Tua berkumpul berkonsolidasi.

Duduk di lantai beralaskan tikar, mereka membawa kertas karton bertuliskan tuntutan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemkab Deli Serdang.

Ketua Himpunan Masyarakat Peduli Deli Tua, Thomas Jefferson Tarigan mengatakan, sekitar 500 pedagang yang sudah turun-temurun berjualan di lokasi, sudah mendapat surat peringatan (SP) dari Satpol PP Pemkab Deli Serdang agar tidak berjualan.

Apabila tetap berjualan, mereka akan melakukan penertiban, hingga penggusuran di area pasar.

“Kami minta bupati supaya bijaksana dalam menyelesaikan masalah. Jangan dilakukan penggusuran sepihak tanpa solusi,”kata Thomas, Selasa (9/6/2026).

Thomas menilai, Bupati Deli Serdang dr Asri Ludin Tambunan tidak berpihak kepada pedagang, masyarakat kecil.

Bahkan, muncul dugaan tidak berpihaknya Bupati ke pedagang karena ia lahir dan dibesarkan oleh keluarga kaya raya, sehingga dinilai tidak peduli.

Kemudian, Asri juga dinilai tidak paham historis pasar Deli Tua, yang sudah ada sejak dahulu kala.

Pasar ini terbentuk secara alami, karena dahulu orang-orang dari pegunungan turun ke Deli Tua untuk menjajakan hasil bumi, maupun perkebunannya.

“Aku kira bupati tidak mengetahui historis. Dia nggak tahu sejarah tentang bagaimana penduduk di sini bermigrasi dulu, sebagian dari gunung,”ungkapnya.

“Sebagian ada yang di zaman Belanda juga sudah di sini. Sudah tinggal di sini. Sudah empat generasi,” sambungnya.