Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi BPJS Kesehatan, Bahas Strategi Peningkatan Kepesertaan JKN dan Komitmen BPJS Peningkatan Layanan Kesehatan

oleh
Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi BPJS Kesehatan, Bahas Strategi Peningkatan Kepesertaan JKN dan Komitmen BPJS Peningkatan Layanan Kesehatan. (Ist/Vin)

“Kami siap untuk terus berkolaborasi. Kesehatan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter,” tutur Wali Kota.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menanyakan capaian kepesertaan JKN di Kota Tanjungbalai. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kisaran menjelaskan bahwa dari total hingga 1 April 2025 sebanyak 183.139 Jiwa (97,45% dari total Penduduk Semester II) dan threshold keaktifan peserta 150.499 jiwa (80,08%) di Kota Tanjungbalai telah terdaftar sebagai peserta JKN aktif. Angka ini mencerminkan cakupan sebesar 80,08 persen.

Meski belum menyentuh angka 100 persen, pencapaian ini dinilai cukup baik. Namun demikian, ia menekankan pentingnya validasi dan pemutakhiran data secara berkala, khususnya terhadap peserta yang sebelumnya terdaftar melalui skema pembiayaan APBN dan kini berstatus tidak aktif akibat pemutakhiran data oleh Kementerian Sosial.

Wali Kota pun menanyakan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan persentase kepesertaan aktif terus ditingkatkan dari 80 persen dan kepesertaan Penduduk juga harus lebih diperhatikan kedepannya agar capaian cakupan peserta terdaftar BPJS Kesehatan di Kota Tanjungbalai minimal 98% dapat dicapai.

Menanggapi hal ini, Sri Widyastuti menyarankan perlunya memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta agar seluruh karyawan dapat terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan.

“Kami akan terus membangun koordinasi lintas sektor guna meningkatkan keaktifan peserta,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu juga terungkap bahwa secara keseluruhan, Kota Tanjungbalai telah mencapai cakupan semesta jaminan kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC), dengan hampir seluruh penduduk telah terdaftar dalam program JKN. Fokus ke depan adalah memastikan status kepesertaan tetap aktif agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan.

“Capaian UHC Tanjungbalai sangat baik. Kami memberikan masukan terkait pemutakhiran data kependudukan, misalnya penerima manfaat yang sudah meninggal atau pindah domisili. Harus selalu diupgrade agar tidak menjadi temuan di tahun berikutnya,” tambah Wali Kota

Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kota Tanjungbalai semakin kuat, demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mewujudkan masyarakat Kota Tanjungbalai. (Vin)