MEDAN (medanbicara.com) – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mencegah dan menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Danau Toba.
Hal ini disampaikan melalui Sekda Provinsi Sumut, Togap Simangunsong, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut.
“Karhutla mengancam ekosistem, pariwisata, dan kesehatan masyarakat,” tegas Togap.
Data BPBD Sumut mencatat 80 kasus Karhutla sejak 1 Juni–13 Juli 2025 dengan luas area terbakar mencapai 1.804,95 hektare. Separuh kasus terjadi di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, meliputi 7 kabupaten, sementara sisanya tersebar di 14 kabupaten/kota.
Daerah Paling Rawan Karhutla
– KSPN Danau Toba: Samosir (12 kasus), Toba (9), Karo (8), Simalungun (4), Humbanghasundutan (3), Tapanuli Utara (2), Dairi (3).
– Luar KSPN: Tapanuli Tengah (10 kasus), Padanglawas Utara (7), Sibolga (5), Langkat (4).






