Sebelumnya, Pemerintah Desa Ujung Bandar bersama masyarakat melakukan perbaikan darurat secara swadaya. Gotong royong dilakukan dengan mengganti lantai kayu lapuk agar jembatan tetap bisa dilalui sementara waktu. Namun, kondisi jembatan tetap tidak memenuhi standar keamanan.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Langkat, Khairul Azmi, S.STP, menegaskan bahwa pihaknya menindaklanjuti arahan Bupati dengan langkah teknis yang sudah dipersiapkan.
“Atas instruksi Bupati, pembangunan jembatan penghubung Bahorok–Kutambaru ini sudah menjadi prioritas dan telah masuk dalam perencanaan RAPBD 2026. Kami menargetkan perencanaan desain diselesaikan lebih awal agar proses pelaksanaan dapat segera dimulai sesuai tahapan. Ini komitmen pemerintah untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih aman dan berkelanjutan,” jelas Khairul Azmi.
Dengan adanya instruksi cepat dari Bupati serta dukungan penuh dari Dinas PUTR, masyarakat di Bahorok maupun Kutambaru diharapkan tidak lagi bergantung pada jembatan gantung lama yang rawan membahayakan. Pembangunan ini juga akan memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi pedesaan.(rel)






